6 Mar 2018

Naik Level

Akhir-akhir ini saya sedang gila dengan yang namanya perubahan dan naik level. Saya terus mencari-cari apa yang harus saya ubah dari diri saya. Apa yang harus saya naikkan levelnya. Ketika beberapa orang mungkin merasa bahwa hidupnya super cepat sedangkan sekitarnya terasa berjalan begitu lama, saya sebaliknya. Saya merasa sekitar saya berubah dan naik level lebih cepat dari saya, dan saya ga suka dengan keadaan seperti itu. Yang tadinya saya santai dan merasa sudah ada diposisi nyaman, tiba-tiba seperti tersulut api.


Aku harus naik level

Aku harus bisa seperti mereka


Tiba-tiba semua yang dirasa cukup menjadi kurang. Setiap kesempatan ingin saya ambil. Setiap hal baru ingin saya pelajari. Seperti mengejar ketinggalan saya yang begitu jauh.

Saya buat mimpi mimpi baru, target target baru yang harus saya capai. Saya cari kekurangan saya, yang dulu saya jadikan pengecualian dan saya taruh diurutan paling belakang.
  1. Saya pengen menyelesaikan alkitab
  2. Saya pengen memperbanyak quality time dengan diri saya dan Tuhan
  3. Saya pengen naik level untuk lebih sabar
  4. Saya pengen belajar untuk menerima kritik
  5. Saya pengen naik level untuk tidak egois
  6. Saya pengen naik level didalam karir saya
  7. Saya pengen menabung lebih banyak

Saya berdoa untuk 7 hal itu dan Tuhan mau kasih semua itu berbarengan untuk saya. Betapa saya sangat diberkati punya Bapa seperti Dia kan?

Tapi... Tau kan kalo mau naik level itu bukan kayak menang jackpot? Pengen sabar, tiba tiba bangun tidur jadi orang sabar. No! Mau naik level? Tuhan seneng banget dan pasti dikasih beserta ujiannya dan ketika berhasil rasanya luar biasa amazing.

Iya, sekarang saya merasa saya sedang diproses untuk mendapatkan 7 hal yang saya doakan ini.
Saya minta,
  • menyelesaikan alkitab.
  • memperbanyak quality time dengan diri saya dan Tuhan. 
Komitmen saya langsung di uji. Dengan jam kerja yang semakin hectic, pulang malam, capek, tapi Tuhan mau liat apa saya masih ingat dan mampu menjalankan 2 hal yang saya minta itu. Saya harus berusaha lebih extra untuk menahan rasa ngantuk dan capek saya untuk tetepa baca alkitab, renungan harian, dan berdoa dengan Dia.

Saya minta,
  • naik level untuk lebih sabar
  • belajar untuk menerima kritik
  • naik level untuk tidak egois

Lagi-lagi Tuhan kasih proses untuk saya lewat kerjaan dan pertemanan saya. Saya bolak balik harus berhadapan dengan lingkungan yang bikin emosi naik, ada yang bossy, ada yang super ga nyambung, ada yang cerewet, ada yang komentator. Tapi kembali lagi saya harus belajar menahan ego saya dan lebih sabar lagi. Menerima setiap kritikan dan merenungkan, tidak berteguh pada pendapat saya dan merasa paling benar.
Saya minta,
  • naik level didalam karir saya
  • menabung lebih banyak
Disini saya diberikan 2 pilihan yang sama-sama menarik untuk karir saya. Saya rasa setiap keputusan yang saya ambil ada konsekuensinya, dan terkadang meski saya bawa dalam doa, Dia tidak mau memberikan saya jawaban, Dia hanya mau saya memilih, melakukan yang terbaik, dan berjalan didalam Dia. Ketika semua mulai berjalan, saya mulai asik dengan dunia kerja, Dia kembali ingatkan bahwa kesehatan juga mahal harganya. Dia ijinkan saya menikmati dunia baru saya, tapi Dia juga cemburu ketika saya tidak menjaga tubuh saya, memberikan sisa-sisa waktu dan tenaga saya untuk ngobrol dengan Dia. Dan saya diingatkan bahwa Dia bisa menghentikan bahkan mengambil kesenangan saya dengan berbagai cara.

12 Jul 2016

The 7 Checklist

By Ps. Philip Mantofa - Sharing dari Linda Qiu

Dalam memilih pasangan hidup yang sempurna kiranya kita berani dan berpengetahuan secara objektif dalam memilih. Karena Allah ialah sumber dari segala yang sempurna, namun memilih dengan sempurna adalah tanggung jawab kita kepadaNya.

1. Commitment to grow personally with Christ
Komitmen bertumbuh secara pribadi dalam Kristus (Filipi 2:12).
Garis bawahi bertumbuh secara pribadi. Artinya carilah orang yang imannya aktif, pribadinya berjalan bersama dengan Tuhan serta bukan orang yang bergantung imannya maupun hidupnya kepada kita. Lihat pribadinya bukan dari status orang tersebut saja sebagai Kristen tetapi lihat juga pertumbuhan imannya secara pribadi didalam Tuhan.

2. Vision to please God
Visi hidupnya untuk menyenangkan Tuhan (Filipi 1: 21-22a)
Lihat apakah hidupnya produktif dan tahu arah hidupnya mau kemana. Punya sasaran untuk Tuhan (Lewi/Fulltimer)-imam atau punya sasaran dalam Tuhan (sekuler)-raja. Orang tersebut tahu arah hidupnya bagaimana kedepannya, punya gambaran apa yang akan hendak dicapai selama 1 tahun kedepan, 5 tahun kedepan, 10 tahun kedepan dan hal yang ingin dicapai oleh orang tersebut. Orang tersebut bisa menggambarkan apa yang hendak dicapainya itu dengan jelas serta punya semangat antusias dalam menceritakannya, sehingga Tuhan senang dengan visinya. Misal salah satunya orang tersebut saat membuka usaha akan menyisihkan sebagian hasil yang di dapat untuk memperluas kerajaan Tuhan dan pekerjaaan Tuhan. Oleh karena itu, kita perlu dahulu mengenalnya sebelum ke arah selanjutnya.

3. Honest (Lukas 16:10)
Ujilah orang tersebut baik pria maupun wanita pada perkara kecil, kita dapat melihat orang tersebut terbiasa akan kebohongan atau tidak. Ingat jujur itu berhubungan dengan ketulusan. Kita yang menilai apakah orang tersebut tulus atau tidak bukan dari pernyataan orang tersebut, perkataan orang terdekat maupun sekitarnya. Maka, itu kita perlu mengenalnya terlebih dahulu. Ingatlah ketulusan bukan kebodohan, ketulusan tidak berbelit-belit. Cerdas atau cerdik itu tidak berbelit-belit.

4. Mature & Responsible  (1 Korintus 13:11)
Kedewasaaan bukan dilihat dari umur, tetapi umur juga merupakan ukurannya namun bukan segalanya. Kenalilah pandangan hidupnya dengan cara hidupnya teratur dan tertib. Lihat action dan pandangan hidupnya. Ingat bila seorang itu berjanji apakah menepatinya atau tidak. Bergaul dahulu untuk melihat isi dari kedewasaan dan tanggung jawabnya dalam keseharian hidupnya. Satu hal jika terlalu banyak membicarakan dirinya sendiri tanpa mempertanyakan tentang Anda, maka orang tersebut belum dewasa. Misal: Jika kita akan memberi penilaian pada pria, bagaimana sikapnya gentlemen atau tidak, lihat bagaimana sikapnya ketika dihadapkan pada ada wanita yang membawa beban ditangannya, terlepas wanita itu cantik atau tidak, pria itu tertarik atau tidak. Apakah sikap pria tersebut hanya berpangku tangan atau siaga dalam membantu wanita tersebut.

5. Healthy Self Image 
Gambar diri yang sehat (Matius 22:39)
Tidak ada seorang yang gambar dirinya 100% sempurna, karena gambar diri kita akan terus diperbarui. Namun, lihat bagaimana orang tersebut mengasihi dirinya ingat "bukan mengasihani". Lihat apakah dia bisa merawat dirinya, menangani dirinya, merawat barang-barang yang ada dalam kamarnya, apakah kamarnya rapih dan bersih minimal tidak seperti kapal pecah ya selama 365 hari sudah pernah disapu, dipel dan dilap. Bukan pribadi yang posesif atau pengekang yang tidak rasional. Kenallah terlebih dahulu orang tersebut benar-benar bisa merawat dan mengasihi dirinya atau tidak, seorang yang tidak bisa mengasihi dirinya mustahil bisa mengasihi kita.

6. Positive Attitude in Life (Filipi 4:4)
Bergaullah terlebih dahulu untuk melihat bagaimana sikapnya dalam pergaulannya kesehariannya. Lihat bagaimana sikapnya menghadapi kesulitan dan masalah, bagaimana emosinya. Attitude memang akan selalu diperbaharui, tetapi ambillah pasangannya yang attitudenya minimal scorenya 60%. Jika belum berubah sebaiknya jangan ambil dia sebagai pasanganmu.

7. Personal Chemistry (Kidung Agung 8:5-7)
Menikahlah dengan bestfriend mu dimana kalian sudah terjalin friendship dimana saling menghormati, menghargai dan menjaga. Ingat yah, bestfriend tidak sama dengan old friend. Old friend memang jauh lebih mengenal kita daripada bestfriend tetapi menikah dengan bestfriendlah dimana kalian saling memiliki ketertarikan. Jika tidak ada perasaan cinta yang tumbuh maka janganlah membawa hubungan kedalam pernikahan karena akan masuk pada pencobaan moral nantinya (selingkuh).

Point satu 1 s.d 6 berhubungan dengan karakter dimana adalah ini adalah untuk memastikan teman hidup Anda secara objektif tanpa terpengaruh oleh perasaan. Sedangkan point 7 adalah cinta, yang berkenaan dengan hal yang akan membawa masuk dalam pernikahan. 

Semoga pengetahuan tentang 7 checklists dalam memilih pasangan hidup yang sempurna dapat memberikan kita pengetahuan dan hikmat dalam membuat keputusan untuk memilih pasangan hidup yang sempurna, serta dapat dipertanggungjawabkan dihadapan Allah. Tuhan Yesus memberkati.

5 Questions to Ask Before You Fall in Love

By 

Is falling in love worth the risk? Should I guard my heart? These are questions every people asks when she/he thinks they’re falling in love. There were so many things running through my head as our relationship progressed. Did I really want to fall in love now? Is this just convenient? How could I be sure she/he was the one?

If I had asked myself five simple questions. If the answers to these questions are positive, she/he may just be worth lowering your defenses and falling in love with.

1. What type of trail does she/he leave behind?
Does she/he leave a trail of negative or positive outcomes? Did her/him past relationships fail due to her/him actions? Does she/he still have a good relationship with previous employers or did she/he leave in a negative way? Don’t get me wrong: people can change. The problem is most don’t. Most people have previous relationships that didn’t work out. There is usually a pattern, and patterns typically continue to happen. So if she/he cheated on someone else with you, don’t be surprised if she/he cheats on you in the future. If she/he settled for her past relationship and left as soon as something better came along, take notice.

"Study her/him past for a glimpse into her/him future."

2. Who does she/he spend time with?
If all her friends are boring, make sure you are okay with boring. If all her friends are partiers, make sure you are okay with partying.

"Take a look at who she/he chooses to spend time with and it will give you a clue as to who she/he will become."

3. Is she/he focused on her/himself or others?
This gets to the core of who she/he is as a person. Does she/he have compassion? Is she/he forgiving of others or overly judgmental? Is it always about her/him? In order for relationships to work, the people involved cannot be selfish. Selfishness is the seed that blooms into action. Selfish action eventually causes most relationships to fail. Tough times will come. If she/he’s selfish, she/he is more likely to quit than to try to work things out when the tough times come. Again, tough times will come. Be prepared.

"If she/he is focused on others, she/he will likely do the same in your relationship."

4. Opposites may attract, but similarities make them stay
How similar are you? Do you share similar beliefs spiritually or politically? These beliefs usually strengthen over time. This means any divide between you could grow wider and cause friction. Do you have a similar vision of your future? If she/he wants kids and you don’t, you will eventually have a problem.

"It is exciting to date someone who is completely opposite of you. Just understand that that excitement will eventually wear off."


5. Does she/he inspire you to be a better person?

Have you thought about changing some things you’ve always done? Are you more focused on your future since you started dating her/him? Are you more health-conscious, goal-oriented, or motivated to be a better man because of her/him?
If she/he is can be your most trusted adviser and personal cheerleader. She/he can encourages you when you need encouragement. And it hurts when you disappoint her/him because you want to be the best you can be for her/him. She/he inspires you and makes you strive to grow in all areas of your life.


"If she/he inspires you to be a better person, then she/he just might be the one."

11 Jul 2016

Take Your Time


MAKAN BERSAMA KELUARGA ITU KEGIATAN SEDERHANA, NAMUN BERDAMPAK BESAR.


Sebagian orang tua masih memikirkan persoalan kantor saat sudah berada di rumah. Mereka jadi kurang memperhatikan pasangan, anak, atau keperluan rumah tangga. Mereka jarang meluangkan waktu untuk menolong anak mengerjakan PR, berbicara dengan anak dan terlibat dengan kehidupan mereka, mengunjungi orangtua, menolong tugas rumah tangga, dan makan bersama keluarga.

Menurut suatu penelitian, makan bersama keluarga menjauhkan anak dari rokok, alkohol, dan nilai rendah di sekolah. Semakin sering seluruh keluarga duduk makan bersama, semakin kurang keterlibatan anak dengan zat adiktif, gangguan emosi, atau kinerja yang buruk di sekolah.

Yesus memandang penting makan bersama. Alkitab mencatat banyak peristiwa Yesus makan bersama dengan kedua belas murid-Nya, orang yang dimenangkan seperti Lewi dan Zakheus, dan makan bersama orang banyak. Sampai malam terakhir menjelang penyaliban pun, Dia meluangkan waktu makan Paskah bersama dengan para murid. Saat makan inilah Yesus mengatakan bahwa salah seorang dari murid-Nya akan menyerahkan Dia. Melalui perjamuan Paskah ini, Yesus mengadakan Perjamuan Suci, yang selalu kita peringati sampai sekarang sebagai tanda peringatan akan pengampunan dosa yang sudah Yesus Kristus anugerahkan.

Para orang tua kiranya berperan aktif dalam kehidupan keluarga. Bagi anggota keluarga yang lain, doronglah para pasangan untuk lebih terlibat dalam urusan rumah tangga. Salah satunya dengan mengembangkan kebiasaan makan bersama guna memperkuat keharmonisan keluarga. --Richard Try Gunadi


MENGAPA TIDAK BELAJAR MENGEMBANGKANNYA SEBAGAI KEBIASAAN BAIK?

--------------------------------------------------------------
Bacaan: Matius 26:17-25
-------------------------------------------------------------
Bacaan setahun: Mazmur 92-100
--------------------------------------------------------------

Menurut saya pribadi ini adalah bagian yang paling saya rindukan, terlebih ketika kita sudah menjalani hidup terpisah dari keluarga. Saat-saat makan bersama adalah saat yang paling menyenangkan. Duduk bersama. Bertukar cerita. Tidak selalu ada hal serius yang dibahas, hanya dengan saling melemparkan candaan usil yang tidak penting saja sudah merupakan QUALITY TIME yang begitu berharga dan dirindukan.
Sesuatu yang sangat mudah & sederhana, karena terlalu sederhana sampai sering diabaikan. Meluangkan waktu, satu jam saja, bahkan terkadang tidak sampai satu jam, bersama keluarga, bukanlah hal sulit sebenarnya, sempatkan! Toh, SEDIKIT (sekali) waktu dan tenaga yang kalian korbankan untuk hanya sekedar duduk dan makan, dan itu bukan untuk orang lain, melainkan untuk keluarga kalian sendiri. Take your time guys and you gonna really loved and missed it.

30 Mei 2016

Be The One with The One

Sharing yang ringan tapi cukup menyentuh dari Edward Suhadi.


“Bagaimana saya tahu kalau dia adalah ‘the one’?” 

Selalu pertanyaan itu muncul jikalau ngobrol dengan mereka yang umur-umur pacaran udah lama atau usia menikah.

Banyak pasangan yang sudah pacaran tahunan tapi belum berani melangkah ke jenjang yang lebih lanjut, karena mereka punya ketakutan besar yang cukup beralasan, yaitu bagaimana kalau nanti ternyata saya salah pilih?

“Selesai hidup gua.”

Bener juga sih.

Dulu saya merasa sudah menemukan jawaban atas pertanyaan ini dan selalu saya bagikan kepada para anak muda yang mencari jawaban untuk pertanyaan yang sama.

Jawabannya adalah: “Dia adalah pasangan hidupmu jika dengan keberadaan dia kamu menjadi orang yang lebih baik.”

Dan dengan panduan jawaban ini, saya dan banyak anak muda lain akhirnya memberanikan diri untuk berkata, “Iya, dia adalah orangnya.”

Tapi hari-hari ini saya sepertinya menemukan jawaban yang lebih mudah dijadikan panduan. Lebih akurat juga.

Bulan kemarin saya dan istri menangis berdua. Kita berdua itu menangis gak setahun sekali lho 🙂 Bukan pasangan drama.

Kita menangis tersedu karena sulitnya keadaan yang kita alami. Something very personal. Udah jarang merasakan kecewa atau sesuatu yang sedemikian sakit. Sesuatu yang bisa dijadikan alasan untuk frustasi, depresi, bahkan untuk menjadi saling membenci.

Saya bisa melihat pasangan-pasangan mengalami yang kita alami, lalu mereka mulai saling menyalahkan, mulai ga suka melihat satu-sama lain, dan di antara pertengkaran-pertengkaran yang dimulai dari hal-hal sepele, mereka mulai berharap-harap dan menerawang ‘andaikan-andaikan’.

Puji syukur kepada Tuhan, hal-hal ini tidak terjadi pada kita.

Saya nggak tahu pasti perasaan istri saya, tapi yang saya rasakan adalah kita berdua malahan semakin sayang.

Tapi bener.

Setelah air mata kita kering, yang tersisa justru rasa sayang yang lebih mendalam, kecupan-kecupan di kening yang lebih sering, lebih sering saling meledek dan tertawa, adanya semangat berjuang yang membara, dan kepala ini isinya pikiran-pikiran ‘ayo kita lewati ini berdua’.

Bukan artinya kita jadi pasangan sempurna yang ada di film-film. Francy masih kesel kalau saya nambah ketika makan, dan saya masih suka menengok kalau melihat wanita cantik lewat 🙂

We’re your ordinary, real-world real-life couple. Dengan begitu banyak kekurangan-kekurangan kita.

Tapi ketika ada hal berat yang kita hadapi bersama, kita jadi semakin dekat dan kuat, bukannya jadi semakin jauh dan lemah.

Inilah yang mau saya bagikan buat para anak muda yang lagi bingung di luar sana:

“Dia adalah ‘the one’, ketika dalam keadaan sulit, kalian jadi semakin dekat dan kuat.”


Ketika dia dipecat dari kerjaannya, ketika dia dihina keluarganya, ketika waktu kalian bersama berkurang banyak karena tekanan pekerjaan, ketika kalian ga bisa bayar kontrakan, ketika orang tua kalian tidak menyetujui hubungan kalian, ketika bisnisnya kandas untuk ketiga kalinya, ketika kelalaiannya membuat keluarga kalian susah, ketika dia harus terbaring berbulan-bulan karena sakit, ketika anak yang kalian idamkan ternyata lahir membutuhkan perhatian khusus, dan banyak-banyak lagi.

Di saat-saat sulit, apakah kalian jadi makin dekat, atau malahan berpikir, “Ini salah dia.”, “Jadi orang kok begitu amat?”, atau “Ngapain gua ada di sini sama dia?”


Buat yang pacaran, semoga panduan sederhana ini membantu kalian menemukan pasangan hidup yang tepat.

Buat hal-hal kecil dalam pacaran: motor mogok, ban mobil kempes, restoran tutup, kehujanan, sampai yang berat seperti keluarga menekan karena tidak setuju dengan hubungan kalian: coba periksa hati kalian.

Apakah jadi semakin dekat, sayang, kuat, atau malah sebaliknya? Karena hidup pernikahan nanti jauh lebih berat bos. Trust me 🙂

Dan buat yang sudah menikah, ingat, untuk kalian, ‘the one’ itu bukan dicari lagi. Sudah lewat mas, itu koran kemarin.

Menjadi “The one” itu harus dikerjakan.

Be the one.


7 Mar 2016

Dia Tidak Pernah Bermain-Main

Misi awal ku saat itu memulai hubungan dengan membawa nama Tuhan. Aku berencana membangun semuanya dengan mengikut sertakan Dia. Tapi seiring berjalan waktu, aku memang tidak meninggalkan Dia sepenuhnya. Tapi aku mulai menjalani hubungan ini dengan sangat duniawi. Aku mulai malas, mulai melupakan janjiku. Satu kali, dua kali, Dia tegur aku. Tapi tetap tidak membuatku sadar diri. Tidak gampang berikrar di kehidupan duniawi. Dia marah. Dia kacaukan segalanya. Dengan hal-hal yang tidak sempat terlintas dipikiranku. Hingga pada akhirnya, kekecewaan yang aku telan.

Disini aku hanya ingin mengingatkan, jangan sekalipun abaikan peringatanNya. Jangan! Dia tidak pernah bermain-main, apalagi kita mencoba bermain-main denganNya. Sekali di peringatkannya, benarkan diri kita segera, dan berubahlah! Karena tidak akan pernah ada peringatan yang kedua.

Tidak akan pernah ada kesusahan jika kita berjalan disisiNya dan mengandeng tanganNya. Akan selalu ada ketidaknyamanan dan kerikil tajam, tapi apa perlu kita takut, kalau kita tau Dia mengandeng tangan kita dengan penuh kasih? Cukup bersabar sebentar saja, kalahkan ego, kalahkan keinginan duniawimu, sesuatu yang indah menantimu selalu. Ketika kita haus akan Dia, mau bertumbuh dalam Dia, maka iman kita diperkuat dan sesuatu yang besar akan terjadi dihidup kita. Maka saat itu, jadikanlah diri kita pribadi yang selalu bersyukur, pribadi yang selalu rendah hati, pribadi yang semakin setia akan Dia.

Tidak perlu ragu dalam hal apa pun, apalagi mengkhawatirkan kuasaNya. Karena Dia sudah merancangkan waktu yang tepat untuk setiap kita. Tunggu saja sembari memproses diri menjadi hamba yang lebih baik, maka ketika itu waktuNya akan tiba. Yang terbaik akan diberikanNya untuk kita.


Ketika kita sudah mendapatkanNya, bersyukurlah! Kemudian berusahalah untuk membangun semuanya sesuai dengan landasan perintahNya, dan pulanglah selalu kerumahNya! Percayalah, segala sesuatu yang berlandaskan Dia, akan indah J

(by:agneskho/070316)


25 Mar 2015

FINALLY, GRADUATED!

07 November 2014

Gak banyak yang bisa diungkapkan ketika aku berhasil menyelesaikan tumpukan skripsi ku dan sidang akhirku. Kesusahan, air mata, semua terbalas dengan rasa yang tidak bisa diungkapkan. Ketika dinyatakan lulus, mungkin saat itu memang perasaanku tidak sebahagia orang lain karena satu masalah terjadi, tapi ku akui aku lega.

 Kata GAPICA "Mission Complete"
Dosen pembimbing terbaik dan dosen penguji ter... (isi sendiri :p)

28 Februari 2015
Aku menyebutnya hari peresmian, entah kenapa aku menunggu-nunggu hari ini. Aku menunggu-nunggu untuk menggunakan kebaya rancangan ku. Aku menunggu-nunggu tatapan bangga orang tua ku walau pun mungkin hasil ku tidak terlalu maksimal. Mulai hari ini aku bukan lagi anak-anak, aku sudah harus memikirkan masa depan ku.

Spot foto termainstream
Butuh 4,5 tahun untuk bisa berdiri disini memakai baju ini dan bersalaman dengan orang ini
BEST OF THE BEST PART OF MY LIFE

Best of the best supporting team
He know who I am
Congrats too Ayeng!
Congrats too Cemprenk!
Thankyou for coming sissy :*
Thankyou for coming dulur!
Thankyou for coming my best mate!
Nothing is sweeter than my GAPICA (I)
Nothing is sweeter than my GAPICA (II)
Best Team, Second Family!
Pada intinya, tidak akan ada Agnes saat ini tanpa mereka. Tidak akan ada Agnes yang bisa mengenakan toga tanpa dukungan, doa dan bantuan dari orang-orang di atas. Mereka yang terbaik. Meraka yang akan selalu ada dilist hidupku. Dan mereka akan tetap menjadi yang terbaik yang bisa aku andalkan. Terima kasih untuk waktu dan tenaga kalian untuk menjadikan Agnes menjadi seorang Agnes :)


Thankyou to Adrian Gozali untuk waktunya sudah mau membantu saya mengabadikan moment bahagia ini. Kata dia "Sekalian nyicil prewed" :p











And thankyou Merrysca Tan Bridal for the beautiful make up. You make me feel different and special ce :)


Last, thankyou Sister's for make this Modern Kebaya like my dream. Very stunning!