Misi awal ku saat itu memulai
hubungan dengan membawa nama Tuhan. Aku berencana membangun semuanya dengan
mengikut sertakan Dia. Tapi seiring berjalan waktu, aku memang tidak
meninggalkan Dia sepenuhnya. Tapi aku mulai menjalani hubungan ini dengan
sangat duniawi. Aku mulai malas, mulai melupakan janjiku. Satu kali, dua kali,
Dia tegur aku. Tapi tetap tidak membuatku sadar diri. Tidak gampang berikrar di
kehidupan duniawi. Dia marah. Dia kacaukan segalanya. Dengan hal-hal yang tidak
sempat terlintas dipikiranku. Hingga pada akhirnya, kekecewaan yang aku telan.
Disini aku hanya ingin mengingatkan, jangan sekalipun abaikan peringatanNya. Jangan! Dia tidak pernah bermain-main, apalagi kita mencoba bermain-main denganNya. Sekali di peringatkannya, benarkan diri kita segera, dan berubahlah! Karena tidak akan pernah ada peringatan yang kedua.
Tidak akan pernah ada kesusahan
jika kita berjalan disisiNya dan mengandeng tanganNya. Akan selalu ada ketidaknyamanan
dan kerikil tajam, tapi apa perlu kita takut, kalau kita tau Dia mengandeng
tangan kita dengan penuh kasih? Cukup bersabar sebentar saja, kalahkan ego,
kalahkan keinginan duniawimu, sesuatu yang indah menantimu selalu. Ketika kita
haus akan Dia, mau bertumbuh dalam Dia, maka iman kita diperkuat dan sesuatu
yang besar akan terjadi dihidup kita. Maka saat itu, jadikanlah diri kita pribadi
yang selalu bersyukur, pribadi yang selalu rendah hati, pribadi yang semakin
setia akan Dia.
Tidak perlu ragu dalam hal apa
pun, apalagi mengkhawatirkan kuasaNya. Karena Dia sudah merancangkan waktu yang
tepat untuk setiap kita. Tunggu saja sembari memproses diri menjadi hamba yang
lebih baik, maka ketika itu waktuNya akan tiba. Yang terbaik akan diberikanNya
untuk kita.
Ketika kita sudah
mendapatkanNya, bersyukurlah! Kemudian berusahalah untuk membangun semuanya sesuai
dengan landasan perintahNya, dan pulanglah selalu kerumahNya! Percayalah, segala
sesuatu yang berlandaskan Dia, akan indah J
(by:agneskho/070316)
(by:agneskho/070316)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar