6 Okt 2010

" にありがとう "

"My phone continued rang all day to gave me messages and prayers from all of you. God, it's the beautiful day. Know there are many people love and care me. You still want to remember my happiness today. One day a truly memorable. Prayer that you give such a new spirit for me to continue to be the best."

Thanks mom who gave me a deep impression for this 18th birthday. Made me sad when I realized in the morning i opened my eyes, mom who usually never missed sending her prayer for me, didn't do it today. No one calls or short messages from her.  Until the day I waiting, no one incoming calls and short message. Sadly when know my mom didn't do that habit today. But as a gift, when I open my facebook and see my mom say like this in her account “Bapa,pencipta dan pemelihara kami, pada hari yg membahagiakan ini ..kami menghadapmu dgn gembira hati. Kami mohon berkatmu untuk putriku tercinta yg pd hari ini berulang tahun. Kami berharap agar kehadirannya menjadi anugrah dan karunia yg tak ternilai bg kami, dan agar kami semakin saling mencinta. Terima kasih bapa Amin. Moved and happy that two feelings that emerged when i read it. Honestly, my tears flows out of control. My mom never forget her little daughter's birthday. Thanks mom for prayer that mom give me today. I promise, i'll give you happiness and pride for you and dad. I'll be the best daughter just for you. *hug and kiss from here mom*

And thanks dad finally you remember my birthday. Even too late to say, but I know your prayer and hope still the best for me. Never mind dad, even you can't say and give prayer openly like mom. But I know you always expect the best from and for me. *hug and kiss from here dad*

Thanks also to my dear aunt's and uncle's for the wall and message to me. Prayers and hope you for my collage and my future. The changes would you see in me. Mature, rigid, strength, and all the wise decisions that will i take for my future. I promise to dedicate my achievements for you too.

Thanks for my handsome brother. For your hope to quickly have a boyfriend, "i hope God heard". So your hope, if you come here later you can have friend to chat and play can be realized. Love you.. :)

Thanks to Any, Inneke, Fella, Tasia and Monik. Thanks for the surprise. Thanks you want make it all for me. (biar pun terbongkar sedikit gara-gara bibi^^)Thanks for your prayers and hope that give me. 

Thanks to all my friends and my best friends. For all of your prayers. Thanks Sagitha you call me “my wise girl” I’m definitely going to be like that. Thanks Rima for your wish about “get boyfriend soon” I also sincerely hope that too. And thanks Mitha for your small surprise, very impressive with your idea about "say HAPPY BIRTHDAY to me when the clock  showed 18.00 to indicate my age now" beib. You're the best friend that i ever had.

"Most importantly for today, thanks God for everything. For small surprises and memories that became a beautiful gift for me every year. For each of the prayer that they sent to me. For they care about my future. This happy day actually through without feeling sad and disappointed. I'm through with smile, laugh and happy tears because of the small surprises and prayers that I get from many people who love me."

 

5 Okt 2010

Plurimos annos Agnes

"祝你生日快乐清清"

06 Oktober 1992 seorang bayi perempuan lahir didunia ini. Jerit tangisnya begitu kencang terdengar, membuat air mata sang ibu menetes dan ayahnya menghela nafas lega. Tuhan akhirnya memberinya seorang keturunan untuk keluarga kecilnya. Bayi perempuan yang masih berlumuran darah itu terus menangis dalam gendongan seorang suster. Setelah beberapa saat dibersihkan dan kini dia telah hangat didalam balutan kain bayinya matanya terpejam. Dia tertidur pulas. Sang ibu menimangnya lembut sembari tersenyum dan memandanginya. Tangan halusnya membelai pipi bayi mungil itu lembut. Terlihat sekali wajah penuh syukur dan bahagia darinya. Walau terlihat jelas wajahnya begitu letih karena beberapa jam lamanya dia berusaha begitu keras mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan bayi mungil yang kini ada dipelukannya. Ibu dan ayah itu menamai bayi perempuan mungil pertamanya dengan "Agnes Angelina Khurniawan Kho" Nama yang cukup pajang. Tapi pasti mempunyai arti dan tujuan terbaik dari mereka berdua. Yah, bayi perempuan itu adalah aku. Dan aku cukup bangga akan nama pemberian dari kedua orang tuaku itu.

Kini, 18 tahun sudah aku berada didunia ini. Aku belajar dan mencoba begitu banyak hal. Dari rasa senang, gembira, bahagia sampai rasa sakit, perih, sedih. Semua telah aku rasakan. Aku mulai mengerti bahwa hidup ini berat dan tak semudah yang pernah aku bayangkan ketika aku kecil dulu. Dimana hal tersulit mungkin hanya ketika aku bingung harus memilih warna crayon apa yang terbaik untuk gambarku. Dimana hal yang membahagiakan hanya ketika aku dibelikan baju baru oleh kedua orang tuaku. Semua berubah sekarang, dan aku tau bahwa hidup sudah tak se-simple itu lagi. Banyak pilihan dan keputusan yang harus aku buat. Itu semua akan menjadi awal masa depanku kelak. Thanks God for the life, health, time and strength that still you give me until today. Thanks for parents who always give me happiness, protect, and the best pray for me. Thanks for family who always caring and love me. Thanks for friends who always wiling to help me.

Tuhan, diumurku yang semakin dewasa ini. Aku tau bahwa aku bukan lagi seorang remaja. Aku tau aku bukan lagi seorang anak baru gede yang masih haus akan perhatian-perhatian dan belaian-belaian manja dari mama papa. Aku tau diumurku ini aku sudah harus berdiri diatas kakiku. Aku harus semakin dewasa dan dapat menentukan pilihan dan keputusan terbaik untuk masa depanku. Make me be a strong, rigid, and mature girl. Jadikan aku sosok yang selalu dapat membahagiakan kedua orang tuaku dan semua orang yang sayang akan aku. Buat aku dapat menjadi seorang Agnes yang dapat membanggakan kedua orang tuaku, keluargaku dan teman-temanku. Berikan aku keputusan dan kemudahan untuk menggapai cita-citaku.

"Thanks for number 18 that You give me today. Still love, caring, guided and protect me God. And one thing You must know that I always LOVE YOU"

"Still love you"

"i'm just a human, not perfect and sometimes wrong, but in my heart only one, love for you very special"
 
Lima tahun yang lalu, dibulan ini, pertama kali aku menaruh perhatian khusus padanya. Mulai lebih memperhatikannya dan menganggumi segala tentangnya. Awalnya ku kira ini hanya perasaan sementara dari seorang gadis kecil yang tak mengerti cinta kepada seorang laki-laki yang dikaguminya. Hanya sebuah perasaan yang akan hilang seiring waktu yang berlalu.
 
Setahun berlalu, rasa ini juga tak kunjung hilang. Malah semakin membuatku mengerti apa itu cinta dan bagaimana mencintai seseorang. Kini, lima tahun sudah aku terus merasakan cinta ini. Mengajarkan dan membuatku merasakan begitu banyak hal dan rasa. Rasa bahagia, deg-degan, sampai rasa sakit yang membuatku begitu hancur dan membuatku belajar untuk kembali berdiri tegar. Dia yang mengajarkanku menangis untuk pertama kalinya demi seorang laki-laki.

Sebenarnya cinta ini bodoh dan sia-sia. Berkali-kali aku mencoba melepaskan diri dari jeratan sosoknya. Berusaha mengalihkan perhatian dan rasa kagumku pada sosok lain yang menurut teman-teman dan keluargaku lebih baik darimu. Tapi berkali-kali juga aku kembali masuk dan tetap tidak bisa mengalihkan sosokmu. Segala cara sempatku lakukan. Tetapi semua tidak menghasilkan apapun.
 
Hmm...Biarlah. Toh, tak ada yang dirugikan dalam hal ini. Sakit dan sedihnya hanya aku sendiri yang merasakan. Sekarang aku mengerti, mengapa begitu banyak orang yang mengatakan cinta itu buta. Cinta itu bodoh. Dan Cinta itu tak mengenal logika. Karena ternyata memang benar, pada cinta hanya perasaan yang bermain. Tanpa bisa diganggu dengan apa pun.
 
06 November 2009. Tepat dihari ke 1.378 aku memutuskan untuk mundur. Mundur dari cinta yang ku bangun sendiri. “Bodoh!!” Mungkin kata itu yang kalian katakan jika kalian mendengar semuanya. Ya, aku terima itu. Karena memang itulah kenyataannya. Aku memang bodoh dan telah dibutakan oleh cinta. Yang pada akhirnya membuatku membuang hariku sia-sia dan tak mendapatkan hasil sedikit pun, malahan membuat luka dihatiku.

Disamping aku mulai tersadar akan kebodohan itu, aku punya alasaan lain mengapa aku mundur dan menyerah akan cinta tak berlogika ini. Ada sosok lain yang sedikit mampu membuatku berpaling. Walau belum sepenuhnya. Karena sejujurnya hati ini masih begitu berdebar-debar, wajah ini masih terus bersinar kala aku melihatmu disekitarku.

Aku tidak tau apa aku benar-benar mencintai atau hanya sebuah perasaan yang timbul karena banyak kesamaan antara aku dan dia dalam hidupku ini. Entahlah. Intinya, saat ini aku sedang menikmati saat-saat tertawa lepas dan terlupa sejenak akan kamu yang sudah empat tahun ini menghantui pikiranku.

Sahabat-sahabatku yang tau akan perjalanan cintaku, cukup ku buat bingung saat aku mengatakan perasaanku akan dia. Karena memang dia tak sebanding denganmu. Mungkin kamu akan berbangga hati jika mendengar semua ini. Aku tak melarang, kaerena memang itulah yang aku rasakan selama empat tahun ini. Aku memandangmu sebagai sosok sempurna. Walau aku tau beberapa kelemahan darimu.

Seperti yang sudah ku duga dan sudah diperkirakan oleh orang-orang yang mengerti betapa aku mencintai kamu. Kalau ternyata hatiku tak semudah itu berpaling dan meninggalkanmu. Hanya 3 bulan aku sanggup bertahan. Dan hari ini aku kembali mengharapmu. Kembali dengan cinta dan kebodohanku. Sesempurna apa pun sosok dia, ternyata tetap tak mampu membuatku berpaling dan meninggalkanmu. Secret admire mu telah kembali!!
  
Aku kembali dengan harapan, mimpi, keinginan, dan pertanyaan yang tak berubah sedikit pun. Hanya satu dan tetap akan menjadi satu sampai disaat kamu telah memilihku dan berada disampaingku. Sampai saat cerita ini menemukan ending yang terbaiknya. Entah itu ending yang akan membuatku sedih, terluka, tetapi membuatku semakin dewasa dan kuat untuk menghadapi cintaku yang baru. Atau ending yang akan membuatku tersenyum, tertawa, dan bahagia karena cinta yang selama ini ku tunggu akhirnya aku dapatkan.

0ctober 2010 
agnes angelina