Akhir-akhir ini saya sedang gila dengan yang namanya perubahan dan naik level. Saya terus mencari-cari apa yang harus saya ubah dari diri saya. Apa yang harus saya naikkan levelnya. Ketika beberapa orang mungkin merasa bahwa hidupnya super cepat sedangkan sekitarnya terasa berjalan begitu lama, saya sebaliknya. Saya merasa sekitar saya berubah dan naik level lebih cepat dari saya, dan saya ga suka dengan keadaan seperti itu. Yang tadinya saya santai dan merasa sudah ada diposisi nyaman, tiba-tiba seperti tersulut api.
Aku harus naik level
Aku harus bisa seperti mereka
Tiba-tiba semua yang dirasa cukup menjadi kurang. Setiap kesempatan ingin saya ambil. Setiap hal baru ingin saya pelajari. Seperti mengejar ketinggalan saya yang begitu jauh.
Saya buat mimpi mimpi baru, target target baru yang harus saya capai. Saya cari kekurangan saya, yang dulu saya jadikan pengecualian dan saya taruh diurutan paling belakang.
- Saya pengen menyelesaikan alkitab
- Saya pengen memperbanyak quality time dengan diri saya dan Tuhan
- Saya pengen naik level untuk lebih sabar
- Saya pengen belajar untuk menerima kritik
- Saya pengen naik level untuk tidak egois
- Saya pengen naik level didalam karir saya
- Saya pengen menabung lebih banyak
Saya berdoa untuk 7 hal itu dan Tuhan mau kasih semua itu berbarengan untuk saya. Betapa saya sangat diberkati punya Bapa seperti Dia kan?
Tapi... Tau kan kalo mau naik level itu bukan kayak menang jackpot? Pengen sabar, tiba tiba bangun tidur jadi orang sabar. No! Mau naik level? Tuhan seneng banget dan pasti dikasih beserta ujiannya dan ketika berhasil rasanya luar biasa amazing.
Iya, sekarang saya merasa saya sedang diproses untuk mendapatkan 7 hal yang saya doakan ini.
Saya minta,
- menyelesaikan alkitab.
- memperbanyak quality time dengan diri saya dan Tuhan.
Komitmen saya langsung di uji. Dengan jam kerja yang semakin hectic, pulang malam, capek, tapi Tuhan mau liat apa saya masih ingat dan mampu menjalankan 2 hal yang saya minta itu. Saya harus berusaha lebih extra untuk menahan rasa ngantuk dan capek saya untuk tetepa baca alkitab, renungan harian, dan berdoa dengan Dia.
Saya minta,
- naik level untuk lebih sabar
- belajar untuk menerima kritik
- naik level untuk tidak egois
- naik level untuk lebih sabar
- belajar untuk menerima kritik
- naik level untuk tidak egois
Lagi-lagi Tuhan kasih proses untuk saya lewat kerjaan dan pertemanan saya. Saya bolak balik harus berhadapan dengan lingkungan yang bikin emosi naik, ada yang bossy, ada yang super ga nyambung, ada yang cerewet, ada yang komentator. Tapi kembali lagi saya harus belajar menahan ego saya dan lebih sabar lagi. Menerima setiap kritikan dan merenungkan, tidak berteguh pada pendapat saya dan merasa paling benar.
Saya minta,
- naik level didalam karir saya
- menabung lebih banyak
Disini saya diberikan 2 pilihan yang sama-sama menarik untuk karir saya. Saya rasa setiap keputusan yang saya ambil ada konsekuensinya, dan terkadang meski saya bawa dalam doa, Dia tidak mau memberikan saya jawaban, Dia hanya mau saya memilih, melakukan yang terbaik, dan berjalan didalam Dia. Ketika semua mulai berjalan, saya mulai asik dengan dunia kerja, Dia kembali ingatkan bahwa kesehatan juga mahal harganya. Dia ijinkan saya menikmati dunia baru saya, tapi Dia juga cemburu ketika saya tidak menjaga tubuh saya, memberikan sisa-sisa waktu dan tenaga saya untuk ngobrol dengan Dia. Dan saya diingatkan bahwa Dia bisa menghentikan bahkan mengambil kesenangan saya dengan berbagai cara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar