Tidak pernah ada yang pernah benar dalam EMOSI, emosi hanyalah kumpulan amarah yang terpendam
Maaf
jika memang apa yang ku inginkan dan ku lakukan tidak sesuai kodrat. Maaf jika
yang ku impikan tidak sesuai dengan kalian. Aku seperti ini bukan karena aku
labil, tapi karena aku memang begitu menginginkannya. Disini aku menemukan duniaku.
Disini aku menemukan semangatku. Bukan didalam sangkar emas yang aku tempati
sejak aku dilahirkan. Tapi terima kasih untuk sangkar emas itu, terima kasih
untuk kenyamaan yang sudah diberikan. Saat ini ijinkan aku keluar, keluar untuk menghadapi dunia. Mencoba dan belajar berbagai hal. Biar aku belajar mencari, tidak hanya
meminta. Biar aku belajar bangkit sendiri ketika aku terpuruk. Biar aku mencoba
berjuang dari bawah, dengan kaki tanganku, dengan pikiranku, dengan keringat dan air mataku sendiri.
Agar aku bisa bertahan dan menjadi wanita hebat untuk lelaki hebatku nanti. Karena, "dibalik laki-laki hebat selalu ada wanita hebat”. Aku
ingin menjadi wanita hebat itu, agar lelaki ku bisa menjadi laki-laki yang lebih
hebat lagi.
Berkali-kali aku membuang harga diriku untuk memohon. Hal
yang tidak akan ku lakukan untuk sesuatu yang sepele. Aku ingin menemani
adik-adikku, menyemangati mereka seperti dulu ketika aku mendapat perlakuan
yang sama. Aku rindu perjalanan ini. Aku rindu setiap tetesan keringat dalam
kebersamaan melewati berbagai hal. Aku rindu saling menjaga, saling membantu,
saling menyemangati. Aku rindu makan malam sederhana dibawah langit malam
bertabur bintang. Aku rindu tidur dalam dinginnya malam beralaskan matras
tipis, berbantalkan carrier yang jauh dari kata empuk, dan berselimutkan
sleeping bag tipis. Dan yang paling ku rindukan adalah perasaan
ketika kamu menginjakkan kakimu di puncak. Perasaan yang tidak bisa dibayar
oleh apa pun. Perasaan yang tidak akan kamu dapatkan dimanapun dengan harga
semahal apapun. Perasaan dimana kamu merasa malu, merasa kecil, merasa berdosa,
dan merasa bukan siapa-siapa. Mungkin beberapa orang belum pernah merasakan kenikmataan luar biasa ini. Hingga mereka tidak benar-benar paham yang ku rasakan. Dan mereka lebih memilih tidur dalam kamar mewahnya, beralaskan ranjangnya yang empuk.
Semua kerinduan ini memperjelas apa yang kurasakan, bahwa ternyata...
Aku jatuh cinta
Tidak pernah aku merasakan perasaan ini sebelumnya
Aku jatuh cinta pada ciptaan Tuhan satu ini
Dia lukisan Tuhan paling indah yang bisa ku nikmati
Dia guru terbaik yang mengajari ku banyak hal tentang
kehidupan
Yang mengajariku untuk senantiasa merunduk ketika naik dan
tetap tegap ketika turun
Dia milik Tuhan yang selalu membuat ku rindu
Tidak pernah menyesal ada didekatnya
Dan selalu ingin kembali
Untuk kesekian kalinya aku harus mengikhlaskan untuk tidak
bertemu dulu dengan alam. Aku harus mengikhlaskan untuk tidak menyaksikan
pelantikkan adik-adikku sebagai Anggota Muda Matrapala. Sebuah moment yang tidak
bisa aku ikhlaskan dengan mudah. Tidak pernah aku merasa seberat ini
mengantarkan kepergian seseorang yang hanya beberapa hari. Tapi kali ini aku
merasakannya, begitu sepi. Begitu kosong.
Selamat melantik saudara-saudaraku!Selamat dilantik adik-adikku!Selamat mendaki Argopuro Matrapalaku!Safe trip and God bless you all!
btw anyway busway ada yang perlu di revisi. amarah adalah bagian dari emosi.. bukan sebaliknya.. tertawa, sedih, marah, galau dll adalah bagian dari emosi. maaf cuma mau meluruskan aja.. hehehe..
BalasHapus