8 Feb 2014

KERINDUANKU

Tidak pernah ada yang pernah benar dalam EMOSI, emosi hanyalah kumpulan amarah yang terpendam


Maaf jika memang apa yang ku inginkan dan ku lakukan tidak sesuai kodrat. Maaf jika yang ku impikan tidak sesuai dengan kalian. Aku seperti ini bukan karena aku labil, tapi karena aku memang begitu menginginkannya. Disini aku menemukan duniaku. Disini aku menemukan semangatku. Bukan didalam sangkar emas yang aku tempati sejak aku dilahirkan. Tapi terima kasih untuk sangkar emas itu, terima kasih untuk kenyamaan yang sudah diberikan. Saat ini ijinkan aku keluar, keluar untuk menghadapi dunia. Mencoba dan belajar berbagai hal. Biar aku belajar mencari, tidak hanya meminta. Biar aku belajar bangkit sendiri ketika aku terpuruk. Biar aku mencoba berjuang dari bawah, dengan kaki tanganku, dengan pikiranku, dengan keringat dan air mataku sendiri. Agar aku bisa bertahan dan menjadi wanita hebat untuk lelaki hebatku nanti. Karena, "dibalik laki-laki hebat selalu ada wanita hebat”. Aku ingin menjadi wanita hebat itu, agar lelaki ku bisa menjadi laki-laki yang lebih hebat lagi.

Berkali-kali aku membuang harga diriku untuk memohon. Hal yang tidak akan ku lakukan untuk sesuatu yang sepele. Aku ingin menemani adik-adikku, menyemangati mereka seperti dulu ketika aku mendapat perlakuan yang sama. Aku rindu perjalanan ini. Aku rindu setiap tetesan keringat dalam kebersamaan melewati berbagai hal. Aku rindu saling menjaga, saling membantu, saling menyemangati. Aku rindu makan malam sederhana dibawah langit malam bertabur bintang. Aku rindu tidur dalam dinginnya malam beralaskan matras tipis, berbantalkan carrier yang jauh dari kata empuk, dan berselimutkan sleeping bag tipis. Dan yang paling ku rindukan adalah perasaan ketika kamu menginjakkan kakimu di puncak. Perasaan yang tidak bisa dibayar oleh apa pun. Perasaan yang tidak akan kamu dapatkan dimanapun dengan harga semahal apapun. Perasaan dimana kamu merasa malu, merasa kecil, merasa berdosa, dan merasa bukan siapa-siapa. Mungkin beberapa orang belum pernah merasakan kenikmataan luar biasa ini. Hingga mereka tidak benar-benar paham yang ku rasakan. Dan mereka lebih memilih tidur dalam kamar mewahnya, beralaskan ranjangnya yang empuk. 

Semua kerinduan ini memperjelas apa yang kurasakan, bahwa ternyata...

Aku jatuh cinta

Tidak pernah aku merasakan perasaan ini sebelumnya

Aku jatuh cinta pada ciptaan Tuhan satu ini

Dia lukisan Tuhan paling indah yang bisa ku nikmati

Dia guru terbaik yang mengajari ku banyak hal tentang kehidupan

Yang mengajariku untuk senantiasa merunduk ketika naik dan tetap tegap ketika turun

Dia milik Tuhan yang selalu membuat ku rindu

Tidak pernah menyesal ada didekatnya

Dan selalu ingin kembali


Untuk kesekian kalinya aku harus mengikhlaskan untuk tidak bertemu dulu dengan alam. Aku harus mengikhlaskan untuk tidak menyaksikan pelantikkan adik-adikku sebagai Anggota Muda Matrapala. Sebuah moment yang tidak bisa aku ikhlaskan dengan mudah. Tidak pernah aku merasa seberat ini mengantarkan kepergian seseorang yang hanya beberapa hari. Tapi kali ini aku merasakannya, begitu sepi. Begitu kosong.

Selamat melantik saudara-saudaraku!
Selamat dilantik adik-adikku!
Selamat mendaki Argopuro Matrapalaku! 
Safe trip and God bless you all!


1 komentar:

  1. btw anyway busway ada yang perlu di revisi. amarah adalah bagian dari emosi.. bukan sebaliknya.. tertawa, sedih, marah, galau dll adalah bagian dari emosi. maaf cuma mau meluruskan aja.. hehehe..

    BalasHapus