8 Des 2011

Rasa Tanggung Jawab Seorang Kepala Keluarga

Di jaman yang serba mahal ini, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Terlebih untuk seseorang yang berpendidikan hanya sampai tahap Sekolah Menengah Atas saja. Hal ini membuat pekerjan apa pun dilakukan demi sesuap nasi. Bapak Taufik salah satu contohnya. Pria yang lahir pada 1967 ini bekerja sebagai satpam di wilayah Siwalankerto 8 atau yang biasa disebut padang pasir. Tak hanya itu, untuk mendapatkan penghasilan tambahan ia rela berpanas-panasan dan hujan-hujanan untuk menjadi tukang parkir bagi para mahasiswa di Universitas Kristen Petra Surabaya.

Pria asli Surabaya ini mengatakan bahwa jika hanya mengandalkan Upah Minimum Regional (UMR) menjadi satpam, itu tidak akan cukup untuk membiayai hidup keluarganya. Terlebih empat orang anaknya masih bersekolah dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Dari pekerjaannya menjadi tukang parkir, ia bisa mendapat tambahan uang sekitar Rp 180.000,00 – Rp 200.000,00 per harinya. “Uang ini cukup lumayan untuk membantu biaya hidup keluarga saya, walau pun saya harus mengeluarkan tenaga dan keringat lebih.” Ujar pria 44 tahun ini.

Ketika diminta menceritakan apa saja duka yang ia alami selama 14 tahun menjalani pekerjaan sebagai tukang parkir, pria yang mempunyai keinginan berwirasusaha ini mengatakan bahwa, jika terjadi sesuatu atau kehilangan pada mobil maka ia-lah orang yang disalahkan. Selain itu jika liburan tiba maka pemasukkan tambahannya pun akan ikut hilang. “Sebenarnya saya sempat melamar dua kali di Universitas Kristen Petra, tapi tidak ada panggilan. Jadi mau tidak mau ya saya melakukan pekerjaan ini.” Ceritanya.

Bapak Taufik pun sempat berbagi pengalaman serunya saat ia tampil di acara Empat Mata milik salah satu stasiun televisi swasta dulu. Hal ini dikarenakan wajahnya yang mirip Tukul Arwana dan ini merupakan suatu kebanggan tersendiri untuknya. Melalui acara ini pun ia mendapat uang senilai Rp 2.000.000,00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar