28 Sep 2011

Resensi Novel "Lukisan Keempat"

Judul : Lukisan Keempat

Pengarang : Rina Suryakusuma

Penerbit : PT. Gramedia

Tahun Terbit : 2010

Tempat Terbit : Jakarta

Tebal : 224 halaman

Pelaku : Natasya Putri Rahadian, Craig Hyden, Lou Yeck, Jenny Chan Edward Dwiansah dan Dwina Adelia.

Seorang gadis cantik bersumpah tidak akan lagi jatuh cinta. Natasya Putri Rahadian, seorang gadis cantik yang sebentar lagi akan di wisuda. Dengan sahabatnya, yang sama-sama tanpa persiapan yang matang pergi melamar menjadi Corissa Girl. Corissa Girl adalah sebutan untuk para pramugari maskapai penerbangan internasional Corissa Airlines. Melihatnya lulus test dan menjadi bagian dari Corissa Girl tak satu pun mengira Natasya memiliki tiga fase kehidupan kelam di masa lalunya tentang cinta.

Diawali dengan ayahnya yang meninggalkan dia, ibu dan adiknya tanpa sedikit pun menafkahi dan memperdulikan mereka. Kekasih masa kuliah yang menduakannya dengan sahabat karibnya sendiri. Sampai terakhir pilot yang sedang dekat dengannya semenjak pelatihan, berselingkuh dengan teman sekamarnya. Natasya seolah-olah kehilangan kepercayaan akan laki-laki dan cinta.

Sampai ketika penerbangan pertamanya menuju Singapura menyebabkan dia bertemu dengan seorang pria bernama Craig Hayden yang menjadi penumpang Corissa Airlines. Pertama kali melihat Natasya, Craig langsung menaruh hati pada Natasya gadis eksoitk berdarah asia ini. Dengan caranya sendiri Craig mencoba menarik perhatian Natasya walau pun dengan cara-cara yang membuat gadis itu sebal.

Ketika Natasya kembali dari penerbangannya dan melihat dengan mata kepalanya sendiri seseorang yang sedang dekat dengannya yaitu Lou berselingkuh dengan teman sekamarnya, hati Natasya hancur. Dalam kekosongan hatinya itu dia kembali bertemu dengan Craig dan dengan usaha gigih dari Craig untuk mengambil hati Natasya akhirnya Natasya sedikit melunak dan mereka menjadi lebih dekat. Entah bagaimana Craig tahu Natasya memendam luka yang dalam di hatinya. Oleh karena itu dia bertekad akan membawa Natasya keluar dari masa lalunya itu dan memberikan kasih sayang untuk mengembalikan kepercayaan Natasya pada cinta. Mampukah Craig mewujudkan niatnya itu dan menjadi lukisan keempat sekaligus terakhir Natasya?

Dalam novel ini kita seolah-olah dibawa dalam keadaan diri Natasya dengan semua kenangan-kenangannya yang buruk tentang cinta dan pria. Bagaimana hancur dan traumanya seorang wanita ketika berkali-kali disakiti. Tak hanya itu, kita juga bisa melihat bagaimana seorang pria begitu tulus mencintai wanitanya dan melakukan segala cara untuk membantu wanitanya keluar dari kenangan buruknya.

Satu hal yang bisa kita pelajari dari kisah ini adalah bagaimana seorang wanita bisa tetap berdiri tegak walau dengan hati yang hancur untuk tetap terus melanjutkan hidupnya. Karena jika cinta di khianati bukan berarti semua berakhir. Masih ada orang-orang yang akan mencintai kita dengan tulus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar