24 Agu 2011

rasa nyaman = cinta ?

Salah satu cara yang dipakai untuk mendekati sesorang yang kita sukai adalah dengan memberikan rasa nyaman. Hal ini tidak salah, terkadang kita memang membutuhkan rasa nyaman dan ini menjadi faktor penting sebelum kita memutuskan akan berhubungan dengan seseorang. Masalahnya banyak yang tidak mengerti konsep ini dan melakukan hal dengan cara yang salah dan berakibat tidak pernah mendapatkan seseorang yang kita sukai tersebut.

Yang paling sering dilakukan adalah dengan menjadi 'best-friend'. Banyak yang memulai pendekatannya dengan mengisi posisi sebagai best-friend bagi pasangannya. Saling bercurhat-curhatan ria berjam-jam tiap hari. Mendengarkan keluh kesah si pasangan dengan sabar dan memberikan nasihat-nasihat bijak sambil berharap dalam hati si pasangan akan menyadari kedewasaan Anda dan tertarik pada Anda. Dan tentu saja Anda juga menceritakan masalah dan segala keluh kesah Anda pada si pasangan sambil berharap dia akan melihat kemurnian hati Anda yang rapuh dan bersimpatik pada Anda.

Anda berpikir kalau dia nyaman dan dapat membuka diri pada Anda, itu artinya dia tertarik pada Anda? SALAH BESAR! Kapan terakhir kali hubungan best-friend Anda dengan pasangan berlanjut manjadi lebih dari sekedar best-friend? Atau pernahkah Anda melihat teman Anda yang best-friend-an dengan seseorang lalu lanjut jadian? Saya yakin sedikit sekali.

Yang sering terjadi malah dia nyaman curhat dengan Anda (malah sering isi curhatnya tentang pria lain) tapi ujung-ujungnya jadian dengan orang lain. Padahal jelas-jelas dua jauh lebih nyaman berbicara dan membuka hati kepada Anda dibandingkan dengan orang itu. Padahal jelas Anda lebih mengerti dia luar dalam daripada orang itu. Dan Anda hanya kebagian getahnya saja, dia akan kembali datang padamu ketika dia ada masalah dengan pacarnya dan meminta penghiburan dari Anda.

Kalimat-kalimat "special thanks..", "kamu orang paling baik yang pernah aku kenal.." dan "kamu sahabat terbaikku.." akan sering sekali anda terima, namun hanya itu saja. Tidak lebih.

Saya kerap berpikir, kalau seseorang begitu nyaman berbicara dari hati ke hati dengan saya, kenapa mereka tidak tertarik untuk berhubungan lebih lanjut dengan saya? Saya kan sudah memberikan segala kenyamanan yang mereka butuhkan. Di mana salah saya?

Jawabannya menghantam saya ketika kejadian yang sama terjadi pada seorang teman dekat saya. Dia menyukai seorang wanita cantik dan sangat menarik. Dan dia telah melancarkan pendekatan berbulan-bulan. Dan merasa nyaman bersamanya. Hanya kepada si pria saja dia bisa menceritakan semua masalahnya, kekhawatirannya dan ketakutannya. Dia pernah bercerita tentang keadaan orang tuanya yang di ambang perceraian sambil menangis kepadanya dan berkata bahwa hanya dia seorang yang tahu mengenai hal itu.

Dia percaya kepadanya lebih daripada dia percaya teman-temannya terdekatnya, karena dia tau dia tidak akan mengecewakannya. Untuknya, apapun akan dilakukan. Dia merasa sangat nyaman berada di dekatnya.

Semua orang yang tahu hubungan mereka pasti berkata bahwa dia juga tertarik padanya dan dia hanya tinggal menyatakan saja perasaannya and they would live happily ever after. But we all know life's not a fairy tale.

Setelah dia menyatakan perasaanya tulusnya kepadanya, dia harus mendengar penolakan paling manis dan menyentuh dalam hidupnya sekaligus juga yang paling menyakitkan... Dengan berurai air mata, dia menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak tertarik romantically kepadanya. Dia mengatakan bahwa mereka adalah sahabat terbaik yang pernah dia miliki dan bahwa dia tidak ingin kehilangannya. si wanita berulang kali meminta maaf karena ia tidak ingin menyakitinya dan menjelaskan bahwa sebenarnya saat itu dia sedang tertarik pada satu pria yang belum lama dikenalnya.

Sambil terus menangis dia mengulang-ulang kalimat ini, "Kenapa aku gak bisa suka sama pria sebaik kamu? Kenapa aku selalu suka sama pria yang salah? Kenapa?" Yang bisa dilakukannya saat itu hanyalah mencoba menenangkannya, berkata that it's okay, that he's okay.

And it hit me HARD! Apa yang selama ini menjadi pertanyaan saya terjawab sudah. RASA NYAMAN TIDAK SAMA DENGAN RASA SUKA ATAU KETERTARIKAN!

Itu adalah dua perasaan yang sama sekali berbeda dan tidak memiliki hubungan sebab akibat! Karena itu SALAH BESAR ketika Anda mengobral kenyamanan untuk membuat seseorang tertarik padamu.

Hanya karena sseorang merasa nyaman bersama Anda BUKAN berarti dia tertarik pada Anda, sebaliknya ketika seseorang tertarik dengan dia BUKAN berarti dia langsung merasa nyaman bersama dengannya. Lihat saja posisi Anda, ketika Anda bersama dengan seseorang yang Anda sukai apakah Anda merasa nyaman? Kalau Anda merasa nyaman, kenapa Anda selalu gugup dan berpikir keras untuk memberi kesan baik padanya dan tidak menjadi diri Anda sendiri apa adanya?

Dalam hatinya yang terdalam, si wanita menyadari bahwa kalau ada pria yang layak dan tepat untuk dicintainya. Namun dia juga tidak dapat membohongi dirinya, dia TIDAK TERTARIK padanya! Dia tertarik pada pria tukang minum dan doyan clubbing yang belum lama dikenalnya, dan bukan pada dia pendengar terbaiknya. Wanita memang mahluk luar biasa! That's why we love them, right guys? =)

Tujuan saya bercerita tentang ini BUKAN supaya Anda bersimpati padanya dan menyalahkan si wanita sebagai wanita tidak berperasaan. SAMA SEKALI TIDAK! Tujuan saya adalah agar Anda bisa belajar dari pengalamannya dan apabila Anda pernah mengalami kejadian yang hampir mirip, sekarang Anda tahu di mana salah Anda. Berjanjilah untuk tidak akan mengulanginya lagi.

Seperti yang sudah saya katakan di awal artikel ini, sama sekali tidak salah untuk menjadi best-friend bagi seseorang. Justru dapat menjadi sahabat bagi orang lain dalam suka dan duka adalah salah satu hal termanis dan terbaik yang bisa dilakukan seseorang. Hanya saja, JANGAN lakukan hal itu kepada seseorang yang Anda sukai. Paling tidak, JANGAN lakukan itu sebelum Anda memastikan kalau dia TERTARIK padamu.

Perhatikan baik-baik urutannya, ini PENTING!

Pastikan terlebih dahulu dia juga TERTARIK pada Anda, baru Anda BOLEH bermain 'best-friend' dengannya. Tapi juga dengan kadar SECUKUPNYA.

Kalau dia SUDAH TERTARIK pada Anda, maka apapun yang Anda lakukan tidak akan merubah perasaannya dan rasa nyaman yang Anda berikan hanya akan membuatnya BERTAMBAH tertarik pada Anda. Lagian, kalau Anda sudah tau bahwa dia tertarik pada Anda, untuk apa lagi bermain 'best-friend' dengannya? Lebih baik Anda langsung saja ke tahap yang lebih dekat lagi, tahap yang Anda impikan selama ini.

Tapi kalau dia BELUM TERTARIK sama sekali, JANGAN sekali-sekali bermain 'best-friend' dengannya atau Anda akan jatuh dalam lembah aku-suka-kamu-tapi-cuma-sebagai-teman. Dan JANGAN PERNAH Anda curhat padanya mengenai masalah-masalah Anda, kesepian Anda dan betapa Anda begitu fragile, NO! NO! NO! This area is exclusively for someone. Kalau Anda adalah memiliki jiwa pemimpin, independen, dan berkepribadian menarik maka Anda tidak akan sembarangan curhat dengan setiap orang yang Anda temui.

Mungkin Anda sekarang tengah berpikir, "Oke saya dah ngerti. Tapi misalnya dia belum tertarik sama saya, tapi tiba-tiba ada masalah dan butuh temen ngomong gimana donk?" Kalau ada kasus seperti ini tentu saya tidak menganjurkan Anda untuk menolak dan mengusirnya, tapi Anda juga belum boleh bermain 'best-friend' dengannya. Yang bisa Anda lakukan adalah menarik batas dan menunjukkan bahwa Anda tidak sama dengan semua 'best-friend' lainnya yang mupeng untuk menjadi pacarnya.

Caranya dengan bertanya, "Kamu lagi butuh temen ngomong aja ato butuh nasihat?" Kalo dia jawab, "cuma butuh temen ngomong.." maka hindari sebisa mungkin. Tolak sehalus mungkin. Karena menjadi 'temen ngomong' adalah tugas sahabat-sahabat yang ngarep kepadanya. JANGAN masuk ke daerah itu!

Kalau dia jawab, 'butuh nasihat' maka di sini saatnya Anda beraksi. Dia bilang dia butuh nasihat, jadi berikanlah nasihat terbaik yang Anda punya. Tunjukkan bahwa Anda adalah orang yang dewasa, berprinsip kuat dan berbeda dari pria lainnya, Anda tidak takut untuk menasihati dia dengan keras kalau memang Anda rasa dia memerlukannya.

Namun tentu saja pertanyaan terbesar sejauh ini tentunya adalah: bagaimana cara Anda untuk membuat dia tertarik pada Anda? Dan bagaimana cara Anda tahu dia tertarik pada Anda atau tidak?

Hal ini tidak sepenuhnya salah, tentu setiap orang menginginkan pasangan yang dapat menjadi best-friend dalam hidupnya. Hanya saja ada pola-pola tertentu yang harus Anda ketahui sebelum Anda masuk ke tahap itu.

www.hitmansystem.com

1 komentar:

  1. Girls always attracted to bad boys, but real woman knows better... (because she learned a lesson as a girl).

    You'll need comfort more than romantic puppy love, trust me! :)

    Sincerely,
    RW.Rafe

    BalasHapus