8 Mei 2013

kami para penjemput mimpi

"Proposal dibatalkan, kita tidak boleh berangkat." 
Satu kalimat singkat, padat, jelas dan menghancurkan semuanya.

Mungkin benar kata Ayu (salah satu teman pembinanan ku), kami yang terlalu bernafsu, sedangkan alam tidak mengijinkan. Mendaki butuh rendah hati bukan kesombongan. Karena puncak gunung bukan untuk ditaklukan atau dibuat pamer ketika sudah mencapainya. Puncak gunung adalah sarana kita untuk mendekatkan diri kepadaNya. 

Kami terlalu sombong. Kami terlalu bernafsu mengapainya. Hal yang seharusnya tidak dilakukan seorang pecinta alam. Dan kami mendapatkan pelajaran dari rasa kecewa ini. Tidak gampang untuk kami semua mendapatkan ijin orang tua untuk mendaki puncak tertinggi Pulau Jawa ini, dan ketika ijin itu didapat dengan susah payah semua dihancurkan dengan satu kalimat. Bayangkan saja betapa kecewa, marah dan sedihnya ketika kamu mempunyai mimpi, mimpi itu sudah didepan mata dan tiba-tiba hilang.

Tetapi tekad kami sudah bulat. Kami para penjemput mimpi. Kami para pecinta kebebasan. Kami terlalu sering hidup dalam sangkar emas. Kami ingin bebas, keluar dari kenyamanan, bermain, berteman dan menyatu dengan alam. Tempat dimana kami berasal.

Alam tempat kita mendekatkan diri kepadaNya.
Alam tempat kita belajar rendah hati.
Alam tempat kita intropeksi diri, bahwa kita bukan siapa-siapa.
Alam akan mengajarkan arti keluarga dan persahabatan yang sesungguhnya.
DAN ALAM AKAN MENJADIKAN KITA SOSOK YANG LEBIH KUAT.


Walaupun besok ternyata kami tidak dapat mencapai puncak, paling tidak kami sudah menikmati lukisan karya Tuhan di Ranukumbolo, untuk membayar kekecewaan kami. Kami akan belajar banyak hal dari perjalanan ini, perjalanan yang atas nama persahabatan. SEMERU KAMI DATANG :))

"Kami pecinta kebebasan. Tapi kami bukan pecinta kebebasan yang asal. Kami tetap mematuhi prosedur. Kami hanya pecinta kebebasan dan penjemput mimpi" 

@agneskho

7 Mei 2013

MAHAMERU DI DEPAN MATA !



"If it scares you, it might be a good thing to try."
Seth Godin

Kalimat ini menjadi prinsip dan penyemangatku. Aku memaknainya dengan, jika mimpiku tidak membuatku takut, maka itu bukan hal yang pantas untuk dicoba.

Mereka bilang semua yang ku lakukan kurang kerjaan.
Berada di ketinggian tertentu hanya dengan sebuah tali.
Menyusuri gua gelap minim oksigen.
Berjalan puluhan jam melewati hutan yang tak jelas arahnya,
hanya untuk tidur di atas rumput beratap bintang dan makan makanan seadanya.

Tapi menurut ku itu adalah kesempatan luar biasa, ketika berada ditengah-tengah lukisan nyata karya Tuhan dan dapat menikmatinya untuk beberapa waktu. 

Dalam hitungan jam, aku akan memulai perjalanan panjang untuk menggapai salah satu mimpiku. Berada di gunung terindah dan puncak tertinggi Pulau Jawa, Mahameru. Aku tau ini akan berat. Aku tau ini perjalanan yang tidak akan mudah. Aku tau akan banyak emosi dan tenaga yang terkuras nantinya. Perjalanan Ranupani - Ranukumbolo - Kalimati - Arcopodo - Mahameru yang akan aku tempuh nanti harus aku nikmati, karena ini mimpiku, aku sedang melalui prosesnya. Perjalanan ini pasti akan menjadi guru terbaik untuk kehidupanku.

Aku pergi tanpa ada ijin secara eksplisit "Ya kamu boleh pergi" dari kedua orang tua ku. Mereka tetap tidak setuju sepenuhnya dalam keputusan ku berada di Matrapala ini terlebih untuk setiap kegiatannya. Aku sadar benar alasan mereka, karena aku perempuan, karena kegiatan-kegiatannya berbahaya, dan karena mereka menyayangiku. Tapi aku nyaman berada disini, aku seperti menemukan tempat untuk menantang diriku keluar dari rasa takut dan menjadi lebih kuat lagi. Setiap kegiatan yang aku lalui di Matrapala tidak pernah mudah, berkali-kali tubuhku memar, tanganku terluka, tetapi berkali-kali pula aku mampu melawan rasa takutku. Sejauh ini setiap aku akan pergi untuk bertemu dengan alam, aku selalu meyakinkan orang tua ku dengan berjanji bahwa  aku akan kembali dengan sehat dan aku mampu menjaga komitmen ku itu. 

Satu hal yang aku tau mama juga ikut bangga ketika aku sampai di puncak pertama ku November kemarin. Dan kali ini aku akan kembali dengan hal yang lebih membanggakan. 3.676 mdpl wait me and let's make an amazing moment :))

Teaser

11 Mar 2013

On Duty

I'm remember that I ever said, I'll never back to Singapore in my trip mission. But just 5 month I said, I'm already back to Singapore for guiding my parents. Yeah, hello again Merlion! In this trip I'm just do my job, not included as my trip mission. Why? Because in this trip, my parents paid all the things (tickets, hotels, eat, until shopping :D) and my trip mission rules is I must pay by myself for all the things, even my parents sometimes give me money. But at least, 60 until 70% my cost trip I pay by myself. For my own opinion, this rules make my trip mission more memorable and prided. Especially with that money I still can use it to buy some souvenir for my parents. 

Out of the box country that always hectic
 FLIGHT
Above
The Ocean Clouds
Sky Window
Say Hi to Merlion! Just share when I went to Merlion at my trip mission, the Merlion was on holiday (under repair)  and at that time my aunt said I would be back someday for see the Merlion, even I don't have a plan to go back in this country again. And it happen!
CHINESE GARDEN
Main Pagoda
7 levels of the Pagoda
View from the top of pagoda
Singapore from the top




Hua Mulan
Confucius
Twins Pagoda











VIVO CITY






SENTOSA RESORT WORLD










Orchid become Orchard

About Singapore, I just miss drink this at Sentosa
Siloso Beach, information that I knew is the sands of this beach  from Indonesia


MARINA BAY SANDS






CHINATOWN
I don't know why, I love shopping at this place. In my own opinion, this place have an unique things that you can't find at shopping mall. And to find that unique but cheap things you must walk shop to shop and negotiate for the best deal. It's the art of shopping, so better shopping in art market than mall for me.


LAST FOOD
Last dinner : Chicken Wings at food republic Wisma Atria
Last breakfast : Burger King at Changi International Airport

ON MY WAY BACK HOME



Actually it's not holiday, I'm bring my dad go to Mount Elisabeth hospital for check up.