28 Okt 2010

I Just Wanna Say I Love You

jika memang kita ga bisa bersatu
trima kasih untuk semuanya
trima kasih kamu telah membiarkanku mencintaimu
trima kasih atas semua sikap tak pedulimu
yang buatku bertambah menyayangimu
seuntai kalimat yang trus terucap dalam hatiku
hanya dapat terbuang sia-sia
tanpa sedikit pun kamu mendengarnya
tapi mengertilah
sampai waktuku tiba
I JUST WANNA SAY I LOVE YOU



agnes angelina
27.09.2008

dear mom

I’m feeling tired today
Left alone in the room hugging a pillow
Touching my phone distracted my mind
It’s lonely to eat tonight

Suddenly, i was frightened by the ringing phone
my mom’s worried voice asked if i’ve eaten
these words annoyed me but today it’s different
The forgotten promises are remembered

I will be a person with pretty heart
And become a person who is selfless
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I think of mother who used to share my dreams and brush my hair

Though I’ve made hurtful wrong choices
You silently watched over me from behind
But now I think more than an innocent child
The meaning of mom’s silent prayers

What will i do, yet my heart is small
Can I do better without holding mother’s hand

I’m afraid that it will still lack
I’ll be a wise daughter of my mom (Give me the courage)
I will be a proud daughter no matter where I go (You’ve been there for me)
I’ll keep the love of my mother’s wishes
I’ll show endless love
I’ll have a warm heart I’m shy to express to mom

That I really love my mom

26 Okt 2010

just a dream


 Aku menanti keajaiban yang Tuhan kirimkan untukku. Ku menunggu seorang diri, dalam kesunyian hati. Berusaha ku lalui hari demi hari walau terasa berat dan terkadang membuatku putus asa. Tapi entahlah, semangat untuk terus menunggu selalu ada. Dan pada akhirnya membuatku bangkit dan terus menunggu suatu hari yang begitu aku dambakan. Inikah cinta yang sebenarnya? Mengapa Tuhan membiarkanku merasakan cinta yang begitu sulit? Padahal merasakan manis percintaan pun aku belum pernah.
            Mengapa harus kamu orangnya? Padahal begitu banyak pria yang jauh lebih baik dari pada kamu. Tapi mengapa hati ku tak sedikit pun mau berpaling? Kamu membutakan seluruh jiwa dan ragaku. Pikiranku. Hatiku. Cintaku. Semua untuk kamu. Berkali ku mencoba membuka hati dan menyingkirkan bayang-bayang tentangmu dari pikiranku, tapi itu semua tak berlangsung lama. Karena pada akhirnya, aku tetap kembali kepada kesendiriaanku. Kepada keheningan malamku. Kepada kebodohanku. Untuk menunggumu.

NBL

Oktober 2005...
            Siang itu, seperti kebanyakkan siswa lainnya aku melangkah menuju kantin sembari bercanda dengan teman-temanku. Tiba-tiba mataku menangkap sosok yang pada akhirnya mengubah duniaku. Yang membuatku mengenal cinta yang begitu rumit. Sosok itu adalah kamu. Kakak kelasku. Satu tahun lebih tua dariku. Dan satu hal yang membuat perjalanan cintaku begitu sulit, aku tak sedikit pun mengenalmu dan mempunyai keberanian untuk mendekatimu.
            Ketika aku menceritakan semuanya pada sahabat terdekatku, dia hanya berkata, “Aku hanya bisa membantumu lewat doa.” Satu kalimat yang dikatakannya dengan nada bercanda tapi cukup membuatku mengerti bahwa perjalanan cintaku kedepannya tidaklah mudah. Tetapi karena perasaan jatuh cinta yang memang begitu indah dan membutakan apa pun membuatku mengabaikan pikiran itu.
            Sampai suatu hari, setelah hampir satu tahun aku menaruh hati padamu. Aku dikejutkan dengan kabar bahwa kamu telah menjadi milik orang lain. Pagi itu, ketika aku mencari tahu sendiri kebenarannya, hatiku hancur. Untuk pertama kalinya selama 14 tahun aku hidup didunia ini, aku menangis untuk seorang pria yang sama sekali tidak aku kenal.
Seolah langit ikut merasakan sakit dan sedihnya hati ini, hujan pun turun membasahi dunia ini. Aku seorang diri didalam kamar. Ditemani siaran radio yang saat itu memuturkan sebuah lagu milik Glenn Fredly berjudul “Sekali Ini Saja”.
            Awan hitam, rintik hujan, hawa dingin yang menusuk tulang, dan lantunan lirik lagu yang begitu sendu. Lengkap sudah hari ini sebagai hariku yang menyedihkan. 14 Maret 2006. Hari yang takkan pernah ku lupakan. Setiap detil kejadian yang terjadi dihari itu, terekam baik didalam hatiku. Cinta yang ketika itu ku kira indah, ternyata malah menorehkan luka dihati.
            Hmm… Memang cinta itu telah menyakitiku. Tapi…apakah kamu mengira aku akan mundur? Kamu salah. Keesokkan harinya, aku bangun malah dengan semangat dan cinta yang lebih dalam. Entahlah, aku sendiri pun bingung. Cinta ini sepertinya telah membunuh akal sehatku. Aku telah dibutakan oleh perasaan cinta yang tak tau apa endingnya.
Biarlah. Toh, tak ada yang dirugikan dalam hal ini. Sakit dan sedihnya hanya aku sendiri yang merasakan. Sekarang aku mengerti, mengapa begitu banyak orang yang mengatakan cinta itu buta. Cinta itu bodoh. Dan Cinta itu tak mengenal logika. Karena ternyata memang benar, pada cinta hanya perasaan yang bermain. Tanpa bisa diganggu dengan apa pun.

NBL

November 2009…
            Saat ini aku tengah menuju tahap kedewasaan hidup. Tak terasa empat tahun lebih, yang sama artinya dengan 1.372 hari telah ku buang sia-sia dengan hanya tertuju padamu. Menatapmu sebagai sosok sempurna dan tak tergantikan. Hari demi hari yang ku relakan itu, tak sedikit pun menunjukan perubahan yang berarti. Walau pun kini kamu sudah bukan milik siapa-siapa lagi. Tapi kamu masih tak mengenalku apalagi mengetahui perasaanku. Padahal, waktu yang ku habiskan untuk menunggu paling tidak sedikit perubahan kecil yang terjadi untuk hubunganku dengan kamu tidaklah sedikit.
            06 November 2009. Tepat dihari ke 1.378 aku memutuskan untuk mundur. Mundur dari cinta yang ku bangun sendiri. “Bodoh!!” Mungkin kata itu yang kamu katakan jika kamu mendengar semuanya. Ya, aku terima itu. Karena memang itulah kenyataannya. Aku memang bodoh dan telah dibutakan oleh cinta. Yang pada akhirnya membuatku membuang hariku sia-sia dan tak mendapatkan hasil sedikit pun, malahan membuat luka dihatiku.
            Disamping aku mulai tersadar akan kebodohan itu, aku punya alasaan lain mengapa aku mundur dan menyerah akan cinta tak berlogika ini. Ada sosok lain yang sedikit mampu membuatku berpaling. Walau belum sepenuhnya. Karena sejujurnya hati ini masih begitu berdebar-debar, wajah ini masih terus bersinar kala aku melihatmu disekitarku.
            Aku tidak tau apa aku benar-benar mencintai atau hanya sebuah perasaan yang timbul karena banyak kesamaan antara aku dan dia dalam hidupku ini. Entahlah. Intinya, saat ini aku sedang menikmati saat-saat tertawa lepas dan terlupa sejenak akan kamu yang sudah empat tahun ini menghantui pikiranku.
            Sahabat-sahabatku yang tau akan perjalanan cintaku, cukup ku buat bingung saat aku mengatakan perasaanku akan dia. Karena memang dia tak sebanding denganmu. Mungkin kamu akan berbangga hati jika mendengar semua ini. Aku tak melarang, kaerena memang itulah yang aku rasakan selama empat tahun ini. Aku memandangmu sebagai sosok sempurna. Walau aku tau beberapa kelemahan darimu.
            Mereka, sahabat-sahabatku, mendukungku bersama dia. Entah karena apa alasannya. Padahal mereka tau, kamu lebih baik darinya. Mungkin karena mereka terlalu kasihan melihatku dengan segala khayalan-khayalanku akan kebersamaan dengan dirimu.
            Aku tak mengerti apa memang ini jalan hidupku atau hanya suatu kebetulan. Yang ku tau pasti, dia, sosok yang saat ini mampu membuatku sedikit berpaling darimu, mencintai seseorang yang pernah dan masih kamu cintai. Seseorang yang aku tau pasti sampai saat ini pun sebenarnya hatimu masih mengharapkannya. Ya, dia mencintainya!! Dan aku harus kembali berada diantara kamu dan sosok yang kamu cintai sejak empat tahun lalu. Sama seperti lamanya aku mencintaimu. Persamaan inilah yang membuatku merasa sejalan dengannya. Aku mencintaimu sekian lama, tapi kamu sedikit pun tak melihat kearahku. Dia pun mengalami hal serupa.
Satu hal yang perlu kamu tau, dia tidak akan pernah menjadi sosok sempurna dihatiku. Walau mungkin mampu membuat wanita mana pun terpesona. Tapi tidak dengan aku. Dan sepertinya, kalimat ini juga dia ucapkan dalam hati kala memikirkan sosok sepertimu yang harus dia kalahkan untuk mendapatkan cintanya yang juga menjadi cintamu.

NBL

Februari 2010…
            Seperti yang sudah ku duga dan sudah diperkirakan oleh orang-orang yang mengerti betapa aku mencintai kamu. Kalau ternyata hatiku tak semudah itu berpaling dan meninggalkanmu. Hanya 3 bulan aku sanggup bertahan. Dan hari ini aku kembali mengharapmu. Kembali dengan cinta dan kebodohanku. Sesempurna apa pun sosok dia, ternyata tetap tak mampu membuatku berpaling dan meninggalkanmu. Secret admire mu telah kembali.
Kembali dengan harapan, mimpi, keinginan, dan pertanyaan yang tak berubah sedikit pun. Hanya satu dan tetap akan menjadi satu sampai disaat kamu telah memilihku dan berada disampaingku. Sampai saat cerita ini menemukan ending yang terbaiknya. Entah itu ending yang akan membuatku sedih, terluka, tetapi membuatku semakin dewasa dan kuat untuk menghadapi cintaku yang baru. Atau ending yang akan membuatku tersenyum, tertawa, dan bahagia karena cinta yang selama ini ku tunggu akhirnya aku dapatkan.

           
NBL

Sebuah ending yang indah dan diharapkan semua wanita dibelahan dunia mana pun. Dimana seorang pria berlutut dihadapannya, dan memakaikan sebuah cincin sembari mengatakan “Will You Marry Me?” Dimana dengan haru mereka semua pasti akan menangguk pelan dan tersenyum manis. Senyuman paling indah yang pernah mereka berikan. Setelah itu, hari-hari akan terasa begitu indah untuk mereka. Dimana mereka mulai merancang pernikahan impian mereka. Memesan gaun pengantin yang terbaik.
Dan dihari paling mendebarkan, mereka akan mengenakan gaun putih terbaik pilihan mereka itu, berubah menjadi wanita paling cantik dihari paling bersejarah dalam hidup mereka. Didepan sebuah altar gereja saat seseorang pria yang mereka pilih dan mereka yakini sebagai “The Best One” mengucapkan janji pernikahan dihadapan mereka, air mata haru itu akan mengalir keluar bersama dengan kecupan hangat darinya tanda bahwa kini sebuah keluarga telah dibangun.
Gaun impian. Dekorasi impian. Yang paling penting adalah pria impian yang pertama dan terakhir telah mereka dapatkan. Dan kini siap mendampingi mereka mengarungi sisa hidup bersama-sama. Ending yang seperti ini yang ku harapkan terjadi. Entah itu denganmu. Dengan dia. Atau dengan sosok lain yang akan aku temui nanti. Yang terpenting, doa restu dan aura kebahagian akan mengarungi kehidupanku nantinya. Bersama pria terbaik yang menjadi “Endless Love” untukku.
agnes angelina
04 maret 2010

where God led me later

aku mencintai dia.
entah cinta yang bagaimana.
tapi yang aku tau rasa itu ada.
dan telah menggantikan rasa kagumku yang dulu.
sejak dulu hingga kini.
tak berkurang sedikit pun malah semakin menguasai hati ini.
aku dibutakan oleh dia.
dan hanya ingin bersama dia.
untuk saat ini saja atau selamanya, aku masih tidak bisa memberi kepastian.
yang aku tau saat ini aku ingin berada disampingnya.
menggengam tangannya erat, menatap matanya dalam dan dengan setulus hati mengatakan aku ingin bersamanya.
baru aku tau begini rasanya mencintai seseorang.
ingin bersamanya tapi begitu tinggi tembok pemisah diantara kami.
ingin melupakannya tapi sedikit pun hati ini tak rela.
yang kini bisa kulakukan hanya berdiam diri mengikuti arus.
menunggu kemana Tuhan membawa takdirku pergi.
melihat pada siapa akhirnya aku dapat merasakan mencintai dan dicintai.



26 Oktober 2010
agnes.angelina

22 Okt 2010

tutorial project "my plan for the next 10 years"

This is my 3rd tutorial project. Timelines "my plan for the next 10 years" Tell what my plans for the next 10 years. I wish I graduated on time as the best graduate, walked forward and above the stage and saw the light of the eyes happy and proud of my parents. The next, I want to work in one of the leading TV station. Making a lot of TV we meaningful and classy. And with the money I collected, I will realize my dream for this is to bring our little family vacation to Europe together. After that I will marry with the best man who managed to fill my heart. After that, I will move abroad with him and continue master's degree with him there. And I hope Day of our graduation, I received a beautiful gift that is the news where I have been blessed with a baby. Finally, I will live happily with the kids and my husband. And to share time with my career in the world of television.


and now I always with You GOD !!!

"ku telah mati dan tinggalkan, jalan hidupku yg lama, semuanya sia-sisa, dan tak berarti lagi, hidup ini kuletakkan, pada mesbahmu ya Tuhan, jadilah padaku seperti, yg Kau ingini"


Today, with the ring and this card, I gave my life completely on You Father. I want to believe and follow You Father. Irreconcilable my heart, opened my way. Take me with You. Make me your daughter that You keep and protect. Opened my eyes to be more confident in my heart that You are the best way of truth. Take me in Your hand, Father. Forgive all my sins. I promise I'll change, I want to be a faithful servant. Help me through the problems in my life. Taught me to be patient and strong. I also gave my parents into the outstretched arm, guard and protect them. Give the best for their health. And gave me couples thee holy for me. Let my life be a blessing and a light for him, my son, my family and people around me later.

"For we know, that you are faithful, Through the stillness and the storm, For you’ve been with us from the start, Father we commit to you our hearts."

18 Okt 2010

specially for someone

>> This is a serious problem for us. And I hope there are no second "Dia" again. Keep "the most precious treasure" just for our husband, not for another man.<<

Dipertengahan bulan april dua tahun yang lalu mungkin menjadi hari yang paling membahagiakan untuk temanku yang satu ini. Ketika lelaki yang disukaiNya, akhirnya menyatakan rasa yang sama dengan yang Dia rasakan.  Dan pada akhirnya menjadi milikNya. Aku sebagai teman yang cukup dekat dengan Dia ikut bahagia dengan kabar gembira ini. Finally, setelah sekian waktu Dia sendiri, kini ada seorang pendamping yang akan menjaga dan menjadi semangat baru untukNya.
Tak ada perasaan aneh ketika itu, sampai suatu waktu seorang temanku yang lain menemukan account jejaring social milik pacarNya. Dalam account itu ada beberapa foto dia dengan perempuan lain. Ketika Dia meminta penjelasan yang lebih lanjut, memang dasarnya “cowok” ada saja alasan dia untuk meyakinkan. Dengan beralasan account-nya dihack oleh seorang temannya, akhirnya pun Dia percaya. Itulah dahsyatnya cinta, membutakan segalanya yang sebenarnya patut dicurigai lebih lanjut.
Sejak saat itu, pertengkaran-pertengkaran kecil sering terjadi. Dan tetap dahsyatnya kekuatan cinta masih memegang kendali. Membuat pikiran positif terus ada didalam pikiran Dia. Tapi itu sudah tidak berlaku untuk aku. Entah feeling seorang teman begitu kuat atau hanya suatu kebetulan, tanpa sadar ternyata aku sering menanyakan hal-hal yang menjurus pada Dia. Seperti “bagaimana kalau suatu saat dia selingkuh dan Kamu melihat itu dengan mata kepalamu sendiri?” Dan jawaban dari pertanyaan itu tak pernah ada. Karena terlalu takut untuk membayangkan hal itu benar-benar terjadi.
Sampai puncaknya, dibulan ke 11 hubungan mereka berakhir. Entah karena masalah apa, aku juga tidak mengingatnya dengan jelas. Yang aku tau pasti hubungan itu berakhir dengan meninggalkan luka yang cukup dalam dihatiNya. Dia frustasi. WajahNya tidak seceria dulu lagi, dikelas (ketika itu kami sekelas) seringkali tiba-tiba Dia menangis. Seolah-olah hidupNya hancur hanya karena ditinggal oleh laki-laki seperti itu. Dirumah, mamaNya selalu berusaha menghibur dan menasehati Dia untuk bangkit dan melupakan semuanya. Tapi semua itu tak membawa sedikit pun perubahan. Sampai akhirnya mamaNya tidak tahan lagi dan memintaku juga untuk membantu menjaga dan menghibur Dia ketika Dia tidak dirumah. Aku terus menyemangati Dia. Menemani Dia, ketika Dia kembali merasa sepi dan tak terbiasa dengan kesendirian ini.
Tidak banyak perubahan terjadi, sampai hari dimana akhirnya aku mengetahui alasan yang jelas mengapa Dia sampai sefrustasi itu. Aku memang lupa tepatnya tanggal berapa, tapi aku ingat jelas setiap detail yang terjadi hari itu. Hari itu, hari dimana adalah giliran kelas kami untuk pergi ret-ret memang diadakan oleh sekolah kami. Saat itu Dia aneh. Dia seolah-olah menjauhiku. Duduk dengan teman sekelas kami yang memang cukup dekat dengan kami, Dia curhat entah mengenai hal apa. Mereka berdua berbisik-bisik seolah takut aku mendengar apa yang mereka bicarakan. Aku diam saja, menunggu kejujuran Dia untuk mengatakan semua itu padaku sendiri.
Sampai pada akhirnya dimalam kedua kami ret-ret, yang ketika itu adalah sesi dimana diadakan doa bersama yang ditujukan untuk kedua orang tua. Seusai doa itu, Dia mengajakku untuk bertemu Romo. Untuk mencurahkan semua perasaan yang ada dalam diri Dia yang membuat Dia stress akhir-akhir ini. Malam itu, dengan air mata berlinang Dia menceritakan awal sampai akhir tanpa melewatkan sedikit pun, apa saja yang Dia perbuat dengan laki-laki itu ketika mereka berpacaran. Sampai dimana satu titik yang membuatku begitu tak karuan, ketika Dia mengatakan Dia telah menyerahkan segalanya pada laki-laki itu. Perasaanku benar-benar tak dapat aku lukiskan. Aku hanya terdiam dengan isak tangis yang tak bisaku tahan. Aku sama sekali tidak membayangkan Dia sampai tahap seperti itu. Dia belum 17 tahun ketika itu dan Dia belum menikah !! Tapi mengapa Dia sampai rela memberikan hartaNya yang paling berharga itu? Aku sungguh tak habis pikir. Aku kecewa, marah, sedih !! Bukan hanya kepada Dia, tapi juga kepada diriku sendiri. Aku merasa tidak berguna sebagai teman yang paling dekat dengan Dia saat itu. Aku merasa kecolongan menjaga Dia. Aku merasa bersalah kepada mamaNya yang begitu mempercayakan Dia padaku. “Maafkan aku, tante karena aku tidak berhasil menjalankan amanat itu dengan baik dan malah sampai saat ini aku ikut-ikutan membohongi tante untuk menjaga rahasia ini.” Entah apa yang akan terjadi sampai hal ini diketahui kedua orang tuaNya.
Malam itu ketika Romo bertanya mengapa Dia tidak menceritakan hal ini padaku, Dia sembari tertunduk mengatakan bahwa Dia takut aku akan menjauhiNya jika aku mengetahui Dia sudah tidak lagi sama dengan Dia yang dulu. Karena jawaban Dia itu, sampai saat ini aku tidak bisa melupakan satu hal yang dilakukan Romo untuk Dia dan aku. Dimana ketika itu tangan kami berdua dikatupkan menjadi satu disaat sebelum kami berdoa untuk Dia, Romo sempat menanyakan satu pertanyaan padaku ketika itu. Apakah aku mau untuk selamanya menjadi teman bagi Dia, selamanya ada buat Dia, tetap menjadi sahabat buat Dia bagaimana pun kondisi Dia saat ini? Malam itu ketika aku berani menganggukan kepalaku tanda aku bersedia untuk itu, aku juga sudah berjanji pada diriku sendiri, pada hatiku, kalau apa pun kata orang dan anggapan orang nantinya ketika suatu saat masalah ini tersebar, aku akan siap untuk tetap menjadi teman yang selalu mendukung Dia.
Kini, masalah itu sudah setahun lebih terlewati. Pada akhirnya semua cerita yang disimpan rapat-rapat mulai terbongkar sedikit demi sedikit. Satu lagi hal yang aku ketahui beberapa bulan yang lalu, ternyata laki-laki brengsek itu menjadikan Dia sebagai pacar kedua. Mengatur sedemikian rupa sampai semua itu tersimpan rapat hampir setahun. Bukankah dia laki-laki yang benar-benar hebat? Bisa-bisanya menyakiti perasaan cewe sampai segitu jauh, mengambil tak hanya hatiNya tapi semua milik Dia lalu meninggalkan begitu saja.
Dalam posisi seperti ini, aku tidak tau siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang aku ketahui mereka bedua sama-sama telah melakukan kesalahan. Dan sampai kapan pun, aku tidak akan pernah menyetujui mereka berdua berhubungan. Berteman atau apa pun juga namanya. Silahkan kalau memang Dia melakukan itu besembunyi-sembunyi dibelakangku. Tapi satu hal yang harus Dia tau, aku tau semuanya. Perasaanku bisa merasakan ketika Dia berbohong untuk pergi atau pun sekedar bertemu dengan laki-laki brengsek itu.
Mungkin aku terlalu kasar menyebutnya laki-laki brengsek, tapi itu belum cukup kasar mengingat semua yang sudah dia ambil untuk merusak hidup seseorang. Karma itu ada !!! Dan silahkan tunggu saat yang tepat dari Tuhan untuk kamu !!!

>> Buat “Dia” temanku, semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat buat Kamu kalau akan banyak yang sedih jika kesalahan terbesar ini sampai Kamu lakukan untuk kedua kalinya. Ingat, mama dan papa juga keluarga besar Kamu tidak tau akan hal ini, bayangkan sampai mereka tau suatu hari nanti apa Kamu tidak akan merasa bersalah yang lebih dalam lagi? karena Kamu membuat mereka kecewa dan malu untuk yang kedua kalinya. Paling tidak untuk saat ini, jangan buat aku merasa marah, kecewa dan sedih untuk kedua kalinya. Jangan tambah rasa bersalahku kepada mamaMu. Satu hal yang harus Kamu tau, aku selalu menangis jika mengingat masalah ini, karena aku selalu terbayang masa depanMu nantinya. Dan buat para perempuan diluar sana, biarkan tulisanku dan pengalaman “Dia” dapat menjadi pelajaran untuk kalian.<<