19 Mei 2013

Terima Kasih Semeru.

Bersama dia, dengan segala keterbatasannya, aku  merasa nyaman.
Dia telah berhasil membuatku ingin kembali.
Kembali untuk menghabiskan waktu bersama-sama lagi dengannya.
Kesan pertama yang dibuatnya terlalu indah.
Membuatku tak mampu berpaling.
Terima kasih Semeru untuk semuanya.
Aku pasti kembali karena aku belum sempat menyapaMu lebih dekat. :)


Petualangan atas nama pecinta kebebasan dimulai. Kami ber18 pergi atas nama pecinta kebebasan dan penjemput mimpi. Mimpi kami satu, mencapai puncak Mahameru, puncak tertinggi ketiga di Indonesia, puncak tertinggi Pulau Jawa. Kami sama sekali tidak bermodal materi ketika memutuskan untuk mengejar mimpi ini. Tetapi, tekad kami bulat, semangat kami besar, keinginan kami kuat, kekompakan kami bisa dibuktikan. Itu semua cukup menjadi modal kami pergi ke Semeru.

09 Mei 2013 - Hari itu hari Kenaikan Tuhan Yesus. Kami pergi kerumahNya untuk mendoakan dan merayakan kenaikanNya. Setelah itu, tepat jam 1 siang kami mulai packing singkat dan dadakan. Semua berbagi tugas, ada yang menyiapkan tenda, bahan makanan, obat-obatan, keperluan perijinan, dan lain-lain. Beberapa dari kami yang tidak bisa bergabung dalam perjalan ini pun turut membantu. Tepat jam 6 sore kami semua berangkat menuju Terminal Bungurasih, naik bus tujuan Malang. Rp 11.000 per orang. Namanya juga Ngomprerng, beberapa dari kami ada yang merelakan dirinya berdiri selama perjalanan Surabaya-Malang karena kehabisan tempat duduk. Kami berangkat dari Surabaya tepat jam 7 malam dan sampai Terminal Argosari, Malang jam 9 malam. Kemudian kami naik angkot berwarna putih (aku lupa kode dan tujuannya) untuk mengantarkan kami ke Tumpang, disana ada sebuah rumah milik Bu Nur yang biasanya menjadi tempat peristirahatan para pendaki Semeru sebelum atau setelah melakukan pendakian. Angkot yang kami tumpangi seharga Rp. 7.000 per orang. Dari Terminal Argosari sampai Tumpang kira-kira sekitar 45 menit perjalanan. Sesampainya dirumah Bu Nur, kami pun tidur sebelum memulai perjalanan panjang esok harinya.

Packing singkat.
Menit-menit keberangkatan.
10 Mei 2013 - Hallo Semeru, kami datang. Tepat jam 4 pagi kami semua bangun dan mulai bersiap menuju Ranupane. Beberapa laki-laki dari rombongan kami membantu memindahkan carrier-carrier kedalam sebuah truk. Setelah semua siap, kami berangkat jam 6 pagi dengan cuaca yang cukup dingin. Berdiri diatas truk, diterpa semilir angin, suasana pedesaan, dan kiri kanan sawah dan hutan. Menyenangkan. Truk yang kami tumpangi seharga Rp. 30.000 per orang. Truk mampu menampung sekitar 25 orang, sehingga beberapa pendaki ikut bergabung dengan kami. Perjalanan ini cukup panjang, sekitar 2 jam untuk sampai di Ranupane. Tetapi sangat menyenangkan melihat keindahan sekelilingnya.



Kami menikmati pemandangan Sabanna Bromo ketika pagi. 
Hijaunya sawah, perkebunan dan pepohonan di kiri dan kanan jalan.
Kami semua sampai di Ranupane sekitar jam 9 pagi. Disana kami bertemu Pak Sunay, dia yang akan menjadi guide kami selama beberapa hari kedepan. Para senior "mentraktir" kami dengan membayarkan seorang guide untuk menemani perjalanan kami menggantikan mereka. Kami sarapan kemudian melakuakn regristrasi. Registrasi berlangsung cukup lama karena pendaki cukup banyak hari itu, hampir 3.000 pendaki ! Tepat jam 11 siang kami mulai jalan dari Ranupane menuju Ranukumbolo sejauh 10 km dan akan melewati 4 post. Jalur yang ditempuh tidak susah, dari Ranupane sampai post 2 trek masih paving dan datar. Mulai memasuki trek 3 menuju 4, kami disambut dengan sebuah tanjakan yang cukup membuat lemas. Terlebih setelah berjalan hampir 4 jam dengan beban hampir 25 kg. Tapi semangat kami masih mengalahkan rasa lelah itu. Sehabis tanjakan, trek bonus didepan mata. Jalur lurus sampai akhirnya, Ranukumbolo didepan mata kami !!! Sekarang saya merasakan apa itu arti dari "tikungan cilukba" kata orang-orang. Tikungan yang cukup panjang dan diakhiri dengan pemandangan indah Ranukumbolo dari atas.


Ranupane, post perijinan.
Ranukumbolo dari "Tikungan Cilukba"
AKHIRNYA ...
Langkah kaki kami semakin cepat, rasa lelah yang dari tadi kami tahan seolah menguap melihat danau indah didepan mata. Canda tawa yang sempat hilang karena masing-masing dari kami berusaha menguatkan diri kembali terdengar. Benar-benar tikungan kejutaan yang melegakan. Rencana awal untuk terus melakukan perjalanan sampai Kalimati dibatalkan karena waktu sudah cukup sore dan kami sudah kelelahan. Akhirnya kami memutuskan untuk menikmati sore di Ranukumbolo. Total perjalan kami dari Ranupane - Ranukumbolo yaitu 5 jam.


Air Ranukumbolo ini lebih segar dari Aqua :p


11 Mei 2013 - Selamat pagi dari Ranukumbolo! Dingin. Keren. Takjub. Indah. Wow! Itu kata-kata yang melukiskan Ranukumbolo di pagi hari. Tidak henti-hentinya aku berdecak kagum, bersyukur, dan merasa kecil berada di tempat ini.













Mungkin kayu ini terlihat biasa, tapi aku mengalahkan rasa takutku untuk mencapainya.
Tidak mudah untuk mencapai foto ini, tapi aku berhasil mengalahkan rasa takutku.


Masalah mulai muncul sehabis kami mengagumi indahnya danau ini. Petualangan benar-benar dimulai. Salah seorang dari kami membuat masalah, tanpa alasan yang kami semua tau dengan jelas tiba-tiba saja dia marah dan pergi membawa semua barangnya. Tanpa pamit! Dia yang tertua diantara kami, tapi dia yang paling kecil sifat dan sikapnya. Marah dan pergi tanpa alasan yang jelas ditempat seperti ini, itu sangat-sangat tidak masuk akal menurutku. Kami berbenah, dan mulai meninggalkan Ranukumbolo jam 10 pagi melewati "jalur celeng" sebutan kami untuk jalur baru yang belum pernah dilewati orang. Kami melewati rumput-rumput tinggi, ranting-ranting berduri di sisi kiri Ranukumbolo. Dan aku sempat terpleset hampir masuk ke dalam danau ketika itu. Kecerobohanku mungkin, tapi inilah petualangan yang sebenarnya. Tidak ada luka yang terlalu parah, hanya memar dibagian paha kiri dan luka gores-gores di tangan. Perjalanan terus berlanjut sampai kami tiba di camping ground Ranukumbolo yang sebenarnya. Dan Tanjakan Cinta memanggil-manggil kami untuk dilewati,


Kelihatannya mudah, untuk pembuktiannya silahkan coba sendiri :P
Tanjakan Cinta memiliki cerita. "Katanya" ketika kita berhasil melewati tanjakan tersebut sembari memikirkna nama seseorang yang kita cinta (gebetan, pacar, dll) dan tanpa menoleh kebelakang, maka cinta kita bersama orang itu akan abadi. Jujur aku mencoba, dan untuk bukti keampuhannya, kita tunggu saja :) Tetapi ketahuilah dorongan untuk menoleh kebelakang itu begitu besar, karena indahnya Ranukumbolo dari view yang berbeda sangat menarik. Setelah melewati Tanjakan Cinta, kami disambut dengan Oro-Oro Ombo. Sebuah ladang bunga yang mirip dengan Lavender yang luas membayar rasa lelah setelah melewati Tanjakan Cinta.







Setelah Oro-Oro Ombo, perjuangan kembali dimulai. Kami akan melewati 2 bukit untuk sampai di Kalimati, kaki gunung Semeru. Rasa lelah, haus, lapar menemani perjalanan kami. Ditengah-tengah perjalanan, kaki dan bahuku seperti sudah tidak sanggup lagi menahan beban. Untuk berdiri saja kaki ini sudah bergetar. Aku menyerah dan meminta Pak Sunay membantuku membawa carrier. Dan kami sampai Kalimati tepat jam 5 sore. 7 jam perjalanan dengan medan menanjak dan berdebu membawa kami ke kaki gunung Semeru. Disana masalah sebenarnya terjadi. Dia membuat kami emosi, padahal dalam perjalanan ini seharusnya tidak boleh sedikit pun ada emosi. Tapi dia benar-benar keterlaluan. Kami marah, kami kecewa, tapi kami perduli. Demi dia kami rela menunda mimpi kami. Demi dia kami rela mengeluarkan materi lebih. Demi dia kami melapangkan dada menerima kekecewaan. Mahameru didepan mata kami dan harus kami tinggalkan pulang tanpa kami sempat berdoa diatasnya. Begitu banyak mimpi yang kami bawa dari Surabaya untuk kami lakukan diatas sana bersama Mahameru. Namun dalam sekejap mimpi itu hilang terbawa angin. Perjalanan 7 jam seperti tidak ada arti. 

Tawa dalam kekecewaan.
Malam terindah bersama ribuan bintang sedikit membayar kekecewaan kami. Kami menghantar para pendaki yang bersiap mencapai Mahameru. 




12 Mei 2013 - Tunggu kami, kami pasti kembali Mahameru! Kami bangun ditengah tenda-tenda kosong tak berpenghuni. Mungkin saat itu, mereka sedang mengucap syukur, mengibarkan sang Merah Putih diatas sana. Sedangkan kami ...

Hanya melihat dan mengagumi keindahannya dari bawah.
Pocari Sweat yang gagal sampai puncak.
Mahameru, tunggu kami.
Hanya mampu berkibar disini.



Fikomers goes to Semeru.

Wajah-wajah ceria di pagi hari. Canda tawa pengusir kekecewaan dan amarah. Doa kami tetap untuk dia saat itu.

Andrias H. Lapian
Angelita R. Giovanni
Kiki Anggriani P.
Vivi Natalia
Andrew Wijaya
M. Vensa Muskitta
Wendy Tan
Kevin Filbert
Noon From Thailand
Vadya Lukita
Alberto
Nehemia
Yenmy
Angga R. Tusan
Gabungan sarapan pagi dan makan siang para pecinta kebebasan dan penjemput mimpi. Kami selalu menerapkan prinsip "save the best for the last" untuk makanan pada hari terakhir. Roti bakar coklat. Sosis goreng. Pecel. Abon. Jelly dan nutrisari. 

Roti bakar ala Andrew


Perjalan pulang kami tempuh jauhhhhh lebih cepat. Kalimati - Ranukumbolo yang tadinya kami tempuh dalam 7 jam, saat itu hanya 4 jam. Tetapi perjuangan dimulai ketika melewati jalur Ayak-Ayak. Jalan terus menanjak selama hampir 3 jam.



Beberapa orang mengatakan kami kembar LOL

Bertemu beberapa pendaki asal Malang.
Mampir di camping ground Ranukumbolo
Fikomers.


AYAK-AYAK

Dari Ayak-ayak sampai Ranupane, rumah Pak Sunay kami melalui 3 jam jalan menanjak, 2 jam jalan gelap karena sudah malam. Total kami berjalan adalah 6 jam dari jam 2 siang sampai jam 8 malam tanpa makan. Hmm.. tapi dari sini aku mendapat begitu banyak pelajaran berharga tentang hidup, tentang arti sebuah keluarga, tentang kekompakan, rasa pengertian dan tolong menolong. 

Mahameru kami pergi. Doakan kami, rindukan kami, agar kami dapat kembali untuk menyapamu lebih dekat.
Petualangan belum berakhir. Ranupane-Tumpang kami tempuh tidak lagi dengan truk besar melainkan sebuah mobil pick up. Kami berdesak-desakan bersama melewati jalan gelap dan dingin. Menikmati citylight dari ketinggian. Benar-benar perjalanan tak terlupakan. Terima kasih Tuhan. Terima Kasih Semeru. Terima kasih Matrapala family. Terima kasih Eduard. Terima kasih semuanya.

MAHAMERU AKU PASTI KEMBALI UNTUK KAMU.

PayList
Tunggu apalagi, Semeru menunggu kalian. :)

8 Mei 2013

kami para penjemput mimpi

"Proposal dibatalkan, kita tidak boleh berangkat." 
Satu kalimat singkat, padat, jelas dan menghancurkan semuanya.

Mungkin benar kata Ayu (salah satu teman pembinanan ku), kami yang terlalu bernafsu, sedangkan alam tidak mengijinkan. Mendaki butuh rendah hati bukan kesombongan. Karena puncak gunung bukan untuk ditaklukan atau dibuat pamer ketika sudah mencapainya. Puncak gunung adalah sarana kita untuk mendekatkan diri kepadaNya. 

Kami terlalu sombong. Kami terlalu bernafsu mengapainya. Hal yang seharusnya tidak dilakukan seorang pecinta alam. Dan kami mendapatkan pelajaran dari rasa kecewa ini. Tidak gampang untuk kami semua mendapatkan ijin orang tua untuk mendaki puncak tertinggi Pulau Jawa ini, dan ketika ijin itu didapat dengan susah payah semua dihancurkan dengan satu kalimat. Bayangkan saja betapa kecewa, marah dan sedihnya ketika kamu mempunyai mimpi, mimpi itu sudah didepan mata dan tiba-tiba hilang.

Tetapi tekad kami sudah bulat. Kami para penjemput mimpi. Kami para pecinta kebebasan. Kami terlalu sering hidup dalam sangkar emas. Kami ingin bebas, keluar dari kenyamanan, bermain, berteman dan menyatu dengan alam. Tempat dimana kami berasal.

Alam tempat kita mendekatkan diri kepadaNya.
Alam tempat kita belajar rendah hati.
Alam tempat kita intropeksi diri, bahwa kita bukan siapa-siapa.
Alam akan mengajarkan arti keluarga dan persahabatan yang sesungguhnya.
DAN ALAM AKAN MENJADIKAN KITA SOSOK YANG LEBIH KUAT.


Walaupun besok ternyata kami tidak dapat mencapai puncak, paling tidak kami sudah menikmati lukisan karya Tuhan di Ranukumbolo, untuk membayar kekecewaan kami. Kami akan belajar banyak hal dari perjalanan ini, perjalanan yang atas nama persahabatan. SEMERU KAMI DATANG :))

"Kami pecinta kebebasan. Tapi kami bukan pecinta kebebasan yang asal. Kami tetap mematuhi prosedur. Kami hanya pecinta kebebasan dan penjemput mimpi" 

@agneskho

7 Mei 2013

MAHAMERU DI DEPAN MATA !



"If it scares you, it might be a good thing to try."
Seth Godin

Kalimat ini menjadi prinsip dan penyemangatku. Aku memaknainya dengan, jika mimpiku tidak membuatku takut, maka itu bukan hal yang pantas untuk dicoba.

Mereka bilang semua yang ku lakukan kurang kerjaan.
Berada di ketinggian tertentu hanya dengan sebuah tali.
Menyusuri gua gelap minim oksigen.
Berjalan puluhan jam melewati hutan yang tak jelas arahnya,
hanya untuk tidur di atas rumput beratap bintang dan makan makanan seadanya.

Tapi menurut ku itu adalah kesempatan luar biasa, ketika berada ditengah-tengah lukisan nyata karya Tuhan dan dapat menikmatinya untuk beberapa waktu. 

Dalam hitungan jam, aku akan memulai perjalanan panjang untuk menggapai salah satu mimpiku. Berada di gunung terindah dan puncak tertinggi Pulau Jawa, Mahameru. Aku tau ini akan berat. Aku tau ini perjalanan yang tidak akan mudah. Aku tau akan banyak emosi dan tenaga yang terkuras nantinya. Perjalanan Ranupani - Ranukumbolo - Kalimati - Arcopodo - Mahameru yang akan aku tempuh nanti harus aku nikmati, karena ini mimpiku, aku sedang melalui prosesnya. Perjalanan ini pasti akan menjadi guru terbaik untuk kehidupanku.

Aku pergi tanpa ada ijin secara eksplisit "Ya kamu boleh pergi" dari kedua orang tua ku. Mereka tetap tidak setuju sepenuhnya dalam keputusan ku berada di Matrapala ini terlebih untuk setiap kegiatannya. Aku sadar benar alasan mereka, karena aku perempuan, karena kegiatan-kegiatannya berbahaya, dan karena mereka menyayangiku. Tapi aku nyaman berada disini, aku seperti menemukan tempat untuk menantang diriku keluar dari rasa takut dan menjadi lebih kuat lagi. Setiap kegiatan yang aku lalui di Matrapala tidak pernah mudah, berkali-kali tubuhku memar, tanganku terluka, tetapi berkali-kali pula aku mampu melawan rasa takutku. Sejauh ini setiap aku akan pergi untuk bertemu dengan alam, aku selalu meyakinkan orang tua ku dengan berjanji bahwa  aku akan kembali dengan sehat dan aku mampu menjaga komitmen ku itu. 

Satu hal yang aku tau mama juga ikut bangga ketika aku sampai di puncak pertama ku November kemarin. Dan kali ini aku akan kembali dengan hal yang lebih membanggakan. 3.676 mdpl wait me and let's make an amazing moment :))

Teaser