27 Sep 2010

china-hongkong with my family

salah satu keinginan terbesar dalam diriku selama ini adalah pergi berlibur dengan keluarga besarku. merasakan kerukunan , keakuran yang tercipta dalam setiap kami. yah walau pun pada akhirnya kami memang tidak berkumpul semuanya karena berbagai alasan, paling tidak beberapa diantara mereka ada bersama kami menikmati libur kali ini.

10 sept 2010 : pagi-pagi sekali aku harus bangun untuk bersiap menuju bandara, mata ini masih terasa begitu berat untuk terbuka, tapi semangat yang mengebu untuk lepas sejenak dari kepenatan rutinitas mengalahkannya. ketika jarum jam menunjukan pukul 5 aku telah dalam perjalanan menuju bandara internasional juanda. beberapa jam kami semua mengurus keberangkatan dan bertemu teman-teman yang akan menjadi keluarga dalam 11 hari kedepan dalam Panorama Tour 11days China-Huangshan. tepat pukul 9 kami semua berangkat menuju hongkong menggunakan pesawat cathay pasific. 4 jam didalam pesawat cukup membosankan tapi terkalahkan dengan perasaan excited akan liburan kali ini. sesampainya dihongkong pun setelah kami teransit 2 jam, kami kembali menyambung pejalanan kami untuk sampai di Beijing dengan pesawat air china selama 3 jam. diBeijing kami sudah ditunggu seorang tour guide lokal bernama wang yang cukup ramah dan akan menemani 3 hari pejalanan kami di Beijing. kami semua baru sampai dihotel sekitar jam 2 pagi setelah kami menyempatkan makan malam di sebuah resto.
beijing internasional airport
makan tengah malem


wang

11 sept 2010 : perjalanan dimulai !! jam 6 pagi morning call dari Quality Hotel Wangjing , tempat kami menginap di Beijing berdering. aku yang sekamar dengan adikku (karena ini 2nd honeymoon untuk mama papa^^) terbangun dengan malas-malasan. karena memang kami masih sangat mengantuk setelah perjalanan yang cukup melelahkan kemarin. terlebih baru jam setengah tiga pagi kami tidur. kami bersiap-siap memulai perjalanan hari ini menuju forbidden city dan tian an men. panas terik langsung terasa ketika kami turun dari bus. dengan menggunakan baju hijau kembaran yang aku belikan dengan uang tabunganku khusus untuk liburan kali ini untuk mama papa dan adikku, aku siap memulai perjalanan hari ini. sejauh tujuh km kami harus berjalan kaki melihat sejarah beijing dibawah perintah Mao Ce Tung yang samapai saat ini pun masih begitu diagung-agungkan. tempat itu penuh sesak dengan jutaan manusia dari berbagai belahan dunia karena memang saat itu adalah peak seasons. tempat ketiga yang kami kunjungi hari ini adalah temple of heaven. yang sebenarny dalaha sebuah taman, rapi dan besar. Kuil ini dibangun pada masa Dinasti Ming sebagai sebuah situs untuk kaisar untuk mempersembahkan korban ke surga. dan perjalanan kami hari itu berakhir dengan sajian packing duck, hidangan khas beijing yang sudah terkenal dimana-mana.
forbidden city
temple oh heaven

12 sept 2010 : Great wall hear we come !! hari ini kembali dengan terik matahari yang cukup membakar kulit, setiap peluh keringat yang menetes, dan angin sepoi-sepoi yang memainkan rambut aku siap mejadi saksi salah satu dari keajaiban dunia saat ini. ketika turun dari bus yang mengantar kami, sudah terlihat betapa megah dan kokohnya setiap batu yang disusun untuk mendirikan tembok raksasa itu. begitu panjang dan berliku melintasi pegunungan yang ada disekitarnya. sempat aku mempunyai tekat untuk menaiki tembok itu sampai paling tidak aku dapat berdiri dan melihat sekitar dari atas seperti pada film "karate kid" tapi ternyata perjuangan hanya untuk sampai post yang kedua pun aku tidak mampu karena memang tangga-tangganya begitu terjala dan cukup membuat kaki ini gemetar ketika kita melihat kebawah dan ternyata cukup tinggi dan dikelilingi jurang disekitar kita. setelah great wall, tempat kedua yang kami kunjungi adalah summer palace. sebuah istana musim panas awalnya taman kerajaan dan istana hunian sementara untuk kaisar dari Dinasti Qing. Didalam summer palace juga terdapat danau kunming dan aku beruntung karena berkesempatan menikmati indahnya sunset disana.
the great wall
danau kunming when sunset come



one part of summer palace
13 sept 2010 : hari terakhir diBeijing, karena sore harinya kami akan berangkat kembali dengan pesawat air china terbang meninggalkan Beijing menuju Tun Xi selama 2 jam. dihari terakhir ini kami mengunjungi bird nest olympic stadium. bangunan yang begitu dibanggakan oleh china pada tahun 2008 dengan arsitektur layaknya sangkar burung. begitu megah dan cukup membuatku terkagum-kagum untuk yang kesekian kalinya. kursi-kursi dan toilet didalam stadium pun terawat sangat baik dan terus diperbaiki. sepertinya indonesia wajib mencontoh. setelah melihat-lihat dalam dari stadium kami pergi makan siang dan menghabiskan hari sembari menunggu penerbangan menuju Tun Xi dengan berbelanja di Silk Street. Pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di Beijing yang ada didekat kedutaan Rusia. suasana Silk Street bisa dibilang sama seperti di Pasar Atum Surabaya. Kita bisa menawar untuk mendapatkan harga termurah. tapi jangan terkejut ketika pertama kali penjual membuka harga yang gila-gilaan tinggi, kita harus berani menawar sampai yang terendah karena memang itulah harga yang sepantasnya. dua jam kami berbelanja dan menghasilakn beberapa lembar kaos dan tas. setelah itu kami bersiap kebandara dan terbang menuju Tun Xi. di Tun Xi, Sarah sudah menunggu kami dan membawa kami untuk makan malam. kami tiba disana jam 10 malam dan kota kecil itu sudah sangat sepi, walau pun cukup banyak gedung-gedung tinggi. setelah itu kami beristirahat di Huishang Internasional Hotel.
IBM

bird nest outside
bird nest inside
14 sept 2010 : pagi ini kami bangun untuk pergi ke tempat yang menjadi ikon perjalanan kami ini. HUANGSHAN. gambar-gambar yang begitu indah yang selama ini ku lihat di internet akan ku buktikan hari ini. perjalanan akan berlangsung cukup berat tapi akan mendapat view yang indah juga. jam 9 pagi kami dari Huishang Internasional Hotel di Tun Xi menuju cabel car station untuk menuju huangshan. dari atas cabel car kami sudah disungguhi pemandangan yang begitu menabjukan, tebing-tebing dengan awan yang putih yang ada dibawah kami, dari atas kami juga melihat jalan-jalan setapak tempat para biksu membawa berbagai jenis kebutuhan pun bisa kita lihat. dan aku kurang beruntung sebenarnya karena tidak dapat melihat biksu-biksu itu lewat. hawa sejuk pegunungan pun mulai terasa sesampainya kami diperhentian cabel car. para pekerja setempat, yang menawarkan jasa tandu untuk membawa kami yang kurang sehat atau pun membawakan barang-barang bawaan kami mulai berdatangan untuk mencari sesuap nasi. kasihan, itu perasaan pertama yang aku rasakan ketika melihat mereka berjalan melewati jalanan yang begitu jauh dengan beberapa kali melewati anak tangga yang cukup melelahkan untuk kami yang tidak membawa beban apa pun, terlebih untuk mereka yang harus membawa beban yang begitu berat. bahu-bahu mereka merah memar karena setiap hari harus mengangkat beban yang berat. ingin sekali rasanya ketika itu membantu mereka, tapi apa yang bisa aku berikan? hanya rasa hormat dan berjalan disisi kiri ketika mereka lewat agar mereka cepat sampai dan menurunkan beban mereka. hmmm.. lupakan rasa iba itu. kembali dengan pemandangan indah huangshan yang seperti setting film "avatar". amazing!! itu kata-kata yang terus ku ucapkan untuk mengagumi kuasa Tuhan yang satu ini. dalam perjalanan menuju hotel hujan sempat turun dan cukup membuatku menggigil kedinginan. tapi sebanding dengan pemandangan indah yang aku dapat selama sehari penuh disana.
smile

with sarah

tandu yang mengiris hati

amazing huangshan

the unique pine tree

sejauh mata memandang yg terlihat hanya hamparan pegunungan


15 sept 2010 : pagi-pagi sekali aku, kedua tanteku, adikku dan ce anita bangun untuk berburu sunrise yang terkenal indah karena muncul diantara tebing-tebing yang tinggi. diluar masih gelap dengan angin pagi yang menusuk tubuh. dangan menggunakan jaket tebal dan syal kami nekat keluar dari Beihai Hotel, tempat kami menginap untuk melihat indahnya sang mentari yang malu-malu menyapa kami. tak lama kami menunggu, semburat warna orange dari cahaya matahari pagi mulai terlihat. sepertinya alam tak mau mengecewakan kami. matahari yang begitu bulat dan indah muncul perlahan-lahan dari balik awan. dan dinginnya pagi yang menusuk pun mulai hilang berganti sejuk dengan sinar pagi yang menghangatkan. beberapa kali kami mengambil gambar lalu kami pun kembali kehotel untuk berbenah karena pagi ini kami harus turun meninggalkan huangshan, kota Tun Xi dan sarah untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Hangzhou menggunakan bus selama kurang lebih 3 jam. dalam perjalanan menuju Hangzhou menggunakan jalur tol, tetap hamparan pegunungan yang menjadi latar. sore hari sesampainya di Hangzhou kami disambut Sam, lokal guide disana yang pandai berbahasa indonesia. dan kami sempat mengunjungi Yue Fei Temple, temple yang menjadi asal usul dari mana nama "Cakue" berasal. setelah itu kami makan malam dan kembali ke Braim Canal Hotel untuk beristirahat.


sunrise


berlatar belakang kuburan di yue fei temple
16 sept 2010 : pagi ini masih di Hangzhou dan masih ditemani oleh Sam, kami melanjutkan perjalanan menuju kebun teh. karena Hangzhou memang terkenal denga teh-nya yang begitu berkhasiat. setelah makan siang dengan hidangan khas Hangzhou yaitu "ayam pengemis" ayam yang dimasak didalam tungku dengan dibungkus daun kami melanjutkan perjalanan menuju West Lake. tempat dimana cerita legenda yang sangat terkenal yaitu "ular putih" berasal. selama perjalanan menuju danau ini kami melihat kota Hangzhou yang juga sudah sangat maju. begitu banyak mobil-mobil mewah dijalan raya. sesampainya didaerah danau yang memang teduh kami menemukan beberapa pasangan yang sedang melakukan foto pre wedding. tempat yang cukup indah memang untuk melakukan pemotretan disana. dan tempat ini juga menjadi salah satu tempat yang begitu aku nantikan. tapi cukup mengecewakan, karena aku sama sekali tidak sempat mengabdikan view-view indah disana karena Sam yang selalu terburu-buru. dan hal itu sempat membuat moodku jelek selama seharian sampai dimana kami tiba di Suzhou sore harinya. di Suzhou posisi Sam sebagai lokal guide digantikan dengan Rose. berbeda dengan Sam, Rose cukup sabar dan ramah. dan kami mengunjungi tiger hill ketika itu. didalam tiger hill kita bisa melihat Yunyan pagoda yang mirip dengan menara pisa. tempat ini juga dilewati sungai yang tenang layaknya vensia. setelah itu, kami pergi untuk makan malam dan kembali ke Internasional Conference Hotel untuk beristirahat.
braim hotel, Hangzhou

kebun teh, Hangzhou

pre wedding at west lake

pagoda pai su chen, Hangzhou

venesia ala tiger hill, Suzhou
pisa ala tiger hill, yunyan pagoda
 17 sept 2010 : hari ini kami dibawa menuju Liu Garden, masih di Suzhou. sebuah taman keluarga kaya di Suzhou bermarga Liu. taman yang cukup megah dengan bangunan-bangunan khas China, dengan ukiran-ukiran, lukisan, batu-batuan, dll. Setelah itu kami pergi untuk mengunjungi Silk Factory yang menjadi ikon kota Suzhou. disana kami diperlihatkan bagaimana ulat-ulat sutra menghasilkan kepompong, bagaimana benang-benang yang dipintal dari kepompong, cara-cara mereka membuat kain-kain dari sutra, sampai fashion show beberapa model menggunakan baju-baju sutra rancangan pabrik mereka. dipabrik itu aku juga sempat iktu mencoba bagaimana cara membuat bed cover dan ternyata cukup sulit. Setelah melihat-lihat dan diberi kesempatan untuk membeli jika mau, kami makan siang dan kembali melakukan perjalanan darat menggunakan bus menuju Shanghai. sore hari kami sampai diShanghai dan disambut oleh Bella yang menjadi lokal guide sementara kami sebelum Nichole menggantikannya pada malam hari. di Shanghai kami sempat diajak pergi melihat Oriental Pearl Tower, yaitu menara TV tertinggi di Shanghai. walau pun kami tidak sempat masuk karena untuk mengantri masuk saja sampai tiga jam. setelah itu kami juga dibawa melihat The Bund, kota lama Shanghai dengan bangunan khas eropa yang dipisahkan sungai. The Bund dulunya menjadi tempat syuting film "kabut cinta" yang sangat terkenal. lalu sembari menunggu jam makan malam tiba, kami diajak mengunjungi sebuah pabrik mutiara. kami diperkenalkan bagaimana mutiara dengan kualitas terbaik. makan malam pun tiba, kami makan malam disebuah restaurant, lalu mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan terkenal yaitu Nan Jing Road. Setelah puas kami kembali ke hotel yang terletak cukup jauh dari kota Shanghai sendiri yaitu Everbright Internasional Hotel.
ikon liu garden, Suzhou

Silk Factory

ai-ai pembuat sutra^^

fashion show hall

oriental pearl tower, Shanghai

The Bund, Shnaghai
Nan Jing Road, Shanghai
18 Sept 2010 : oia, saat itu bertepatan dengan Shanghai Expo. sebuah pameran budaya dari berbagai belahan dunia di Sganghai. hal itu membuat semua hotel dan tempat wisata di Shanghai ramai dengan tourist.
hari ini sebelum terbang ke Shenzhen, kami lagi-lagi mengunjungi sebuah taman keluarga kaya yaitu Yu Yuan Garden. Bangunan yang lebih mewah, dengan arsitektur yang lebih rumit. tapi kali ini berbeda, karena tak hanya sekedar taman, disekelilingnya dibangun seperti pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Shanghai yang cukup murah. naluri sebagai cewek pun keluar dan cukup dibuat kalap melihat berbagai jenis sepatu dengan warna yang bermacam-macam dijual dengan harga murah disana. bayangkan, untuk sepasang sepatu bisa didapat hanya dengan 40.000. setelah puas berbelanja kami dibawa pergi makan siang sebelum kami harus kembali pergi kebandara untuk tiba di Shenzhen dan berpisah dengan Nichole. sampai di Shenzhen cukup malam dan kami dijemput dengan lokal guide sana yang lagi-lagi pandai berbahasa indonesia bernama Acong. berbeda dengan Sam yang pandai berbahasa Indonesia karena memang dia belajar bahasa Indonesia diBeijing, Acong pandai bahasa Indonesia karena orang tuanya pernah tinggal di Indonesia. Setelah makan malam kami beristirahat di Century Plaza Hotel.
icon of shanghai expo 2010

yu yuan garden, Shanghai

with Nichole

Pudong Internasional Airport, Shanghai
19 sept 2010 : pagi ini kami tidak akan berjalan-jalan di Shenzhen melainkan langsung berangkat menuju Hongkong dengan bus. kami sampai perbatasan antara Shenzhen dan Hongkong dan harus turun untuk masuk imigrasi setelah itu kembali melanjutkan perjalanan menuju Hongkong. sesampainya di Hongkong adalah acara free, kami pun memilih untuk mengunjungi The Avenue Star, salah satu tempat wisata yang terdapat jejak cap tangan artis terkenal. kami pergi menggunakan MTR, kereta cepat bawah tanah. setelah hampir satu harian kami di Avenue Star, malam harinya kami makan malam di Mongkok Street, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Mongkok. dan malam harinya kami kembali beristirahat di L'Nina Hotel sebelum keesokan harinya kami akan kembali ke Surabaya.


roll

and action !!

white in my fams

bruce lee hand stamp

avenue star background when night come
20 sept 2010 : tanpa terasa libruan akan berakhir hari itu, surabaya memanggilku untuk pulang. tugas-tugas kuliah akan kembali menantiku. tapi pagi itu aku bangun dan menyempatkan diri menghabiskan waktu untuk sedikit berbelanja disekitar hotel. walau pun hasilnya, sepatu yang aku cari-cari tidak aku temukan. dan siang harinya kami sudah sampai dibandara untuk kembali pulang ke Indonesia. tapi cuaca buruk dan membuat kami sempat tertunda dua jam lebih didalam pesawat. sampai akhirnya kami sampai di Indonesia kembali dengan selamat jam 11 malam. dan itu menandakan berakhir sudah liburanku kali ini..
L'Nina hotel, Hongkong
It's not my backpacker trip like usual, so my parents pay for me in this trip. It's need more money because I used tour and took a long time for this trip.

8 Sep 2010

miss my senior high school situation

Entah kenapa malam ini aku kembali teringat masa-masa SMA-ku. Ternyata benar yang selama ini orang-orang katakan, masa SMA adalah masa terindah yang akan selalu ingin kita ulang. Terutama saat dikelas 3. Saat dimana kebersamaan begitu terasa. Kami sama-sama berjuang untuk UNAS, tidak hanya kami sebagai murid tapi guru-guru pun melakukan hal yang sama. Kami berusaha bersama memberikan dan melakukan hal yang terbaik untuk masa depan. Suasana kelas yang awalnya begitu asing lama kelamaan berbaur menjadi suatu keluarga kecil yang begitu akrab dan saat ini begitu aku rindukan.
my class XIIs3


Beliau guru terbaik dan tersabar yang pernah aku temuin. Sosok keibuannya begitu membimbing kami semua sampai kami dapat lulus 100%. Dua tahun aku dibawah asuhannya membuat aku merasa begitu dekat dengan beliau. Kesabaraannya menghadapi kami mampu membuat murid yang nakal dan keras pun menjadi luluh dan begitu sayang akan beliau.
guruku tercinta
Banyak anggapan buruk akan XIIs3 saat itu. Bahwa kami hanya kelas ribut yang tidak bisa diatur. Banyak guru sempat marah bahkan mogok ngajar ketika itu. Tapi kami mampu membuktikan kami dapat menjadi yang terbaik dan mempersembahkan gelar juara untuk walikelas kami tercinta. Kerja keras kami saat itu membuktikan bahwa kami kelas ya kompak.
kami membuktikan bahwa kami mampu
Mungkin karena jenuh akan pelajaran dan dihantui dengan hari yang semakin mendekati UNAS membuat kami stress dan menjadi seperti anak kecil. Banyak kenakalan-kenakalan yang kami lakukan. Tidak hanya bermain kartu seperti yang tertangkap kamera, kami juga kadang bermain NDS, makan dikelas, foto-foto disaat dimana teman kami sedang presentasi. Tak sering kami ribut dan akhirnya harus diusir dari kelas karena kami bercanda dan tertawa cukup keras. Sampai-sampai aku dan Ellen mempunyai panggilan "kesayangan" dari guru ekonomi kami Bu Christin yaitu "peri rumpi"
salah satu kenakalan kami yang menjadi makanan setiap hari

kekerasan dalam kelas
kalian presentasi kami foto
Selain hal-hal gila yang kami lakukan bersama, muncul juga benih-benih cinta diantara kami. Cinta yang hanya sekedar dijodoh-jodohkan sampai cinta yang benar-benar menghasilkan suatu hubungan. Ada 2 pasangan yang menjalin hubungan hanya karena awal sebuah menjodoh-jodohkan. Karena itu pun menimbulkan sisi kekreatifan didalam kelas kami.

undangan pernikahan
Kedekatan dan kekompakan kami semakin terasa ketika kami sama-sama berjuang menghadapi UNAS. Hari-hari yang begitu berat kami lewati bersama. Saling membantu, saling melengkapi. Tanpa lagi kami memilih-milih. Karena kami sadar kami dalam ruangan itu adalah satu keluarga dan kami pun sama-sama ingin LULUS. Sampai semua ujian sudah kami lewati, sampai akhirnya kami tiba dihari kelulusan. Graduation Party kami di sebuah bangunan mewah di Empire Palace. Dan 100% dari kelas s3 yang dulu di anggap remeh lulus dengan baik. Usaha dan kekompakan kami selama ini tidak pernah sia-sia. Hari itu kami semua tampil cantik dan ganteng dengan balutan baju formal blezer hitam dan kemeja putih dipadu dengan bawahan hitam. Kami menerima map berisi ijasah dan rapot juga sebuah medali yang dikalungkan sendiri oleh kepala sekolah kami ketika kami dipanggil satu persatu naik keatas panggung.



Year Book of XIIs3. Tidak mudah menghasilkan semua foto-foto ini. Menggabungkan ide dan kemauan 40 kepala untuk menghasilkan sebuah karya yang indah sebagai kenang-kenangan. Begitu suli mengkoordinasikan mereka semua. Banyak hal yang menjadi rintangan kami saat pengambilan gambar berlangsung. Entah karena cuaca yang bisa tiba-tiba saja berubah mendung, karena aktivitas kami yang berbeda-beda, sampai kendala pakaian dan waktu. Cukup sempat membuatku frustasi ketika itu, karena aku salah satu pengurus kelas untuk tear book ini. Tapi usaha dan kemauan untuk menghasilkan kenangan yang indah menghasilkan hasil yang baik juga. Buku itu jadi cukup baik walau pun ada beberapa foto yang membuatku cukup kecewa. Tapi kami semua sudah sama-sama berusaha dan hasil terbaik kami sudah kami keluarkan dengan maksimal.




tutorial project "7 days before I die"

1st day : hari ini aku tau bahwa umurku akan segera berakhir dalam hitungan hari, ketika mengetahui itu dunia serasa runtuh. Tak ada seucap kata pun yang bisa ku ucapkan. Hanya tetesan air mata yang membasahi, walau telah sekuat tenaga aku mencoba menahannya. Aku berlari masuk kedalam kamar karena tak ingin seorang pun melihat aku menangis. Satu hari penuh aku berada didalam kamar, berdoa, merenungkan semua yang telah aku perbuat selama ini dan memikirkan hal apa yang harus ku perbuat disisa hariku. Aku belum sempat menyelesaikan mimpi-mimpiku. Andai waktuku diperpanjang...Selama beberapa waktu aku berdoa pada Tuhan, hingga akhirnya aku seperti menemukan jawaban akan semua rencana Tuhan ini. Hatiku seperti terkuatkan dan kembali tegar. Bahwa aku harus melewati semua ini.

2nd day : aku melewati hari keduaku dengan senyum, ceria, ringan dan tanpa beban. Sama sekali aku tak memikirkan beban waktu yang menungguku. Aku menghabiskan satu hariku ini bersama sahabat-sahabat terbaikku diSurabaya. Benar-benar seharian bersama mereka. Karena aku merindukan saat-saat itu. Kami terpisah jarak dan waktu demi mengejar mimpi kami masing-masing. Dan hari ini setelah aku memaksa mereka aku mampu mengumpulkan mereka bersama denganku. Kami menghabiskan waktu dengan curhat, berfoto-foto ria, bercanda layaknya anak remaja biasanya. Sampai malam hari disaat kami harus berpisah untuk pulang kerumah masing-masing, aku menceritakan tujuanku bersama mereka satu hari ini. Aku meminta maaf atas semua kesalahanku dan berterima kasih mereka mau menjadi sahabat terbaikku selama aku diSurabaya ini. Mereka memang menganggapku "gila" saat itu. Tapi itulah kehadapan yang harus aku hadapi.

3rd day : Pagi ini aku membeli tiket pesawatku untuk pulang kembali ke Balikpapan, kota asalku. Setelah itu, aku pergi kesekolahku ketika aku SMP dan SMA dulu. SMP dan SMA-ku hanya bersebelahan, jadi aku mengajak teman-teman sekelasku dulu untuk bertemu. Kami reuni bersama dengan suasana sekolah, suasana kantin dan guru-guru kami tercinta. Merasakan kembali indahnya masa SMA yang tanpa beban dan selalu terlihat ceria. Dan malam harinya, aku habiskan waktu bersama keluargaku diSurabaya dengan makan malam dan menonton DVD drama korea bersama. Karena itu memang hobby kami semua.

4th day : Hari ini aku harus kembali  ke Balikpapan. Sahabat-sahabat dan keluargaku mengantarkan aku ke bandara. Aku memeluk mereka erat satu per satu. Rasanya enggan melepas mereka. Tapi Tuhan telah mengatur semuanya. akhirnya dengan berat hati aku melepas mereka dengan lambaian tangan dan senyum termanis untuk mereka. Sampai aku hilang dibalik kerumunan orang yang sedang mengantri untuk check-in. Sesampainya diBalikpapan, seperti biasa papa dan adikku menjemputku dibandara. Kami pun pulang, sesampainya dirumah mama sudah siap dengan makanan favoriteku bikinannya. Kami duduk berempat dimeja makan kecil. Sembari saling bercerita kami menikmati makan malam. Oh Tuhan.. ini suasana yang paling aku rindukan.

5th day : Hari untuk mama.. Karena aku merasa beliaulah orang yang selalu dekat dan memperhatikanku walau pun aku jauh. Dan walau pun aku tidak dimanja seperti dengan papa. Seringkali mama memarahiku bahkan memukulku, tapi tetap aku merasa paling dekat dengannya. Hari ini aku habiskan 100% bersamanya. Aku membantunya menjaga toko, karena seringkali ketika dia memintaku untuk melakuakannya aku menolak dan tidak melakukan itu. Aku juga membantunya membersihkan rumah, bahkan aku memasakan sepiring omelet untuknya. Masakan pertama yang dia ajarkan padaku.

6th day : Hari ini aku mengirimkan pesan kepada sahabt-sahabatku di Surabaya. Aku mengharapkan mereka hadir dihari terakhirku. Sebelum aku menghilang dibalik gundukan tanah. Malam harinya aku makan malam bersama keluargaku diBalikpapan. Kembali aku berterima kasih untuk semua kebaikan mereka dan maaf untuk semua kesalahan yang aku lakukan.

7th day : My Last Day !! Pagi-pagi sekali aku bangun dan pergi ke gereja. Dirumah Tuhan aku berlutut dan berdoa pada-Nya. Mengucapkan syukurku untuk hari-hari, teman-teman, dan keluarga yang begitu baik yang Dia berikan untukku. Aku memohon pada-Nya untuk selalu menjaga den memberikan mereka semua umur yang panjang dan kesehatan yang baik. Setelah pulang dari gereja, aku menemui kedua orang tuaku. Mencuci dan mencium kaki mereka sebagai tanda baktiku kepada mereka berdua. Lalu aku masuk kamar, aku mandi dan membersihkan diriku. Berganti baju dan setelah itu aku berbaring, memejamkan mata dan tersenyum. Aku siap untuk pergi kesamping Bapa saat itu.

Only one thing to regret me that time, because I haven't had time to realized my promise to my self. I haven' had time to take my little family go to Europe with my first salary. Just it..

7 Sep 2010

many lessons..

today, I found many lessons and many people who inspired me. from any incidents that occurred. I like finding my purpose in life. even it's make me more dreaming. but I think dreaming not a wrong thing. for me dream like "SPIRIT TO ALWAYS BECOME BETTER AND BETTER" many people afraid to dream, but it wasn't for me. I would dream as high as I could. but not just dreaming, I will  also try to reach. because much of burden that I carry. therefore, I must be the best. For my parents who have sacrificed their lives for opened the road to me to reached all my dream. For all my teacher that have been to share their information for me, all ready to be patient and still teach even as I'm naughty. For all my family and my friends who have given me the passion and prayer every day. I promise I will never let them disappointing. and I believe that all they prayers are the best prayer for me.

6 Sep 2010

I'm not hate monday anymore!!!


Monday with rain it's a shit day. I'm not unhappy with the rain, but I don't like the moment where I had to use umbrella. it makes me not in the mood. But I think it's for collage, and like it or not I should still go. I think today was a bad monday. But in reality, became a beautiful day. One month I study in Petra. Been in one area with him. But I never meet him even just see his back. And in this monday which I think will make me not in the mood, I meet him. Even just 3 second he pass in front of me, it has change my mood.
This monday was not a bad monday again. But a beautiful monday.